Karanganyar, Jawa Tengah (ANTARA) - Pelatih tim balap kursi roda Indonesia Abdul Azis mengatakan timnya bisa merebut minimal satu medali emas dari salah satu nomor pertandingan cabang olahraga atletik tersebut dalam ASEAN Para Games Thailand 2025 pada 20-26 Januari.
Dia menjelaskan, potensi paling besar untuk merebut emas ada di nomor 200 meter putri.
"Pada edisi di Kota Solo sebelumnya, Maria Goretti berhasil meraih medali emas di nomor tersebut, sehingga diharapkan mampu mengulang prestasi serupa di Thailand," kata Azis di sela memimpin latihan tim di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, keyakinan itu didasarkan pada kualitas atlet, fokus latihan, serta pengalaman berprestasi pada ajang sebelumnya.
Tim balap kursi roda Indonesia akan diperkuat oleh lima atlet yang terdiri atas tiga putra dan dua putri.
Mereka akan turun pada nomor jarak pendek hingga menengah-jauh di kelas T53 dan T54 yang dipertandingkan pada ASEAN Para Games kali ini.
Azis menambahkan, menjelang keberangkatan ke Thailand, tim memusatkan perhatian pada pematangan teknik serta menjaga kebugaran atlet dalam dua hari ke depan. Sebab pada Rabu (15/1), tim sudah berangkat ke Thailand.
“Dua hari terakhir sebelum berangkat ke Thailand, kami perdalam untuk teknik start lomba dan menjaga kondisi fisik, sehingga hanya latihan-latihan ringan agar fisik fit atau tidak cedera," ujar dia.
Baca juga: Tim tenis kursi roda Indonesia fokus perkuat strategi dan teknik
Selain jarak 200 meter, nomor-nomor lain seperti 400 meter dan 800 meter juga memiliki peluang untuk menambah perolehan medali.
Meski persiapan tim balap kursi roda Indonesia hanya berlangsung sekitar dua bulan. Namun, kualitas latihan tetap terjaga karena program dijalankan secara terstruktur dan berkesinambungan.
Azis mengakui, tantangan terberat Indonesia datang dari tuan rumah Thailand yang memiliki atlet-atlet berstatus juara dunia.
Thailand juga masih menjadi kekuatan dominan di kawasan Asia Tenggara, termasuk pada ajang ASEAN Para Games.
Namun demikian, Indonesia tetap menargetkan hasil maksimal dengan pendekatan realistis dan kesiapan atlet.
Berikut nama atlet balap kursi roda Indonesia dan nomor pertandingan yang diikuti di ASEAN Para Games Thailand 2025.
Putra:
1. Salman Paris (800 meter, 1.500 meter, 5 ribu meter).
2. Abdur Rosid (800 meter, 1.500 meter, 5 ribu meter).
3. Jaenal Aripin (100 meter, 400 meter, 800 meter, estafet universal rellay).
Putri:
1. Maria Goretti Samiyati (200 meter, 400 meter, 1.500 meter).
2. Novia Mawarni Ayu Ningsih (100 meter, 200 meter, 400 meter).
Baca juga: Pelatih: Tenis kursi roda bisa raih dua medali ASEAN Para Games 2025
Baca juga: Menpora yakin Indonesia raih target 82 emas di ASEAN Para Games 2025
Dia menjelaskan, potensi paling besar untuk merebut emas ada di nomor 200 meter putri.
"Pada edisi di Kota Solo sebelumnya, Maria Goretti berhasil meraih medali emas di nomor tersebut, sehingga diharapkan mampu mengulang prestasi serupa di Thailand," kata Azis di sela memimpin latihan tim di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, keyakinan itu didasarkan pada kualitas atlet, fokus latihan, serta pengalaman berprestasi pada ajang sebelumnya.
Tim balap kursi roda Indonesia akan diperkuat oleh lima atlet yang terdiri atas tiga putra dan dua putri.
Mereka akan turun pada nomor jarak pendek hingga menengah-jauh di kelas T53 dan T54 yang dipertandingkan pada ASEAN Para Games kali ini.
Azis menambahkan, menjelang keberangkatan ke Thailand, tim memusatkan perhatian pada pematangan teknik serta menjaga kebugaran atlet dalam dua hari ke depan. Sebab pada Rabu (15/1), tim sudah berangkat ke Thailand.
“Dua hari terakhir sebelum berangkat ke Thailand, kami perdalam untuk teknik start lomba dan menjaga kondisi fisik, sehingga hanya latihan-latihan ringan agar fisik fit atau tidak cedera," ujar dia.
Baca juga: Tim tenis kursi roda Indonesia fokus perkuat strategi dan teknik
Selain jarak 200 meter, nomor-nomor lain seperti 400 meter dan 800 meter juga memiliki peluang untuk menambah perolehan medali.
Meski persiapan tim balap kursi roda Indonesia hanya berlangsung sekitar dua bulan. Namun, kualitas latihan tetap terjaga karena program dijalankan secara terstruktur dan berkesinambungan.
Azis mengakui, tantangan terberat Indonesia datang dari tuan rumah Thailand yang memiliki atlet-atlet berstatus juara dunia.
Thailand juga masih menjadi kekuatan dominan di kawasan Asia Tenggara, termasuk pada ajang ASEAN Para Games.
Namun demikian, Indonesia tetap menargetkan hasil maksimal dengan pendekatan realistis dan kesiapan atlet.
Berikut nama atlet balap kursi roda Indonesia dan nomor pertandingan yang diikuti di ASEAN Para Games Thailand 2025.
Putra:
1. Salman Paris (800 meter, 1.500 meter, 5 ribu meter).
2. Abdur Rosid (800 meter, 1.500 meter, 5 ribu meter).
3. Jaenal Aripin (100 meter, 400 meter, 800 meter, estafet universal rellay).
Putri:
1. Maria Goretti Samiyati (200 meter, 400 meter, 1.500 meter).
2. Novia Mawarni Ayu Ningsih (100 meter, 200 meter, 400 meter).
Baca juga: Pelatih: Tenis kursi roda bisa raih dua medali ASEAN Para Games 2025
Baca juga: Menpora yakin Indonesia raih target 82 emas di ASEAN Para Games 2025



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4736276/original/048848800_1707211188-Dewa_vs_Barito.jpg)
