Penjualan Mobil Desember 2025 Membaik, Pengamat: Bukan Sinyal Pemulihan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu menyampaikan pandangannya tentang pasar mobil periode Desember 2025 yang alami pertumbuhan. Menurutnya, capaian tersebut bukan tanda pulihnya pasar roda empat.

"Lonjakan Fantastis Desember 2025 di tengah lesunya perekonomian dan turunnya jumlah middle class kita sebagai captive market ini jelas bukan sinyal perbaikan fundamental," buka Yannes kepada kumparan akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, surplus penjualan pada penghujung 2025 terjadi salah satunya karena strategi pemasaran, salah satunya distribusi yang tinggi dari pabrik ke diler (wholesales).

Bukan hanya itu, lonjakan angka wholesales pada Desember 2025 turut dilandasi pembelian masif konsumen, lantaran khawatir ada penyesuaian harga pada tahun ini, khususnya untuk mobil listrik yang berstatus impor.

“Kenaikan ini murni dipicu oleh strategi wholesales stuffing dealer, dan panic buying konsumen yang memajukan pembelian demi menghindari kenaikan harga pada 2026,” jelasnya.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengajukan restrukturisasi insentif untuk industri otomotif. Jika sebelumnya fokus pada akselerasi mobil listrik, tahun 2026 mengarah pada lokalisasi dengan manufaktur berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), batas emisi, dan harga maksimum.

“Kalau insentif mobil diberlakukan dengan basis TKDN, batas emisi dan plafon harga, di atas kertas ini bisa jadi stimulus pintar yang efektif untuk menjaga momentum pasar 2026,” ungkapnya.

Adapun total penjualan wholesales pada bulan terakhir 2025 tercatat sebanyak 94.100 unit, turun 0,3 persen secara year on year dibandingkan Desember 2024. Kemudian, secara bulanan terekam kenaikan sekitar 26,9 persen atau 19.969 unit dari 74.131 unit periode November 2025.

Penjualan ritel juga mencatat tren serupa. Pada Desember 2025, angka penyalurannya mencapai 93.833 unit, meningkat 18,3 persen dibandingkan November yang tercatat sebanyak 79.348 unit. Lonjakan tersebut mencerminkan upaya diler dan pabrikan mendorong penjualan melalui berbagai program promosi akhir tahun.

Bicara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 asosiasi mencatat wholesales sebanyak 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 865.723 unit.

Kondisi serupa juga tercermin pada penjualan ritel. Sepanjang 2025, penjualan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan penjualan ritel 2024 yang berada di level 889.680 unit. Pelemahan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja pasar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Klaim Waduk Cilangkap Batu Licin Mampu Atasi Banjir di Jaktim
• 34 menit lalukompas.com
thumb
Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Pasar Perumahan 2026 Lebih Realistis
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, Ini Daftarnya
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengamat Perkotaan: Biaya Bongkar Tiang Monorail Hanya Rp300 Juta, Rp100 M untuk Pemeliharaan Kawasan
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.