Video Seorang Nenek-nenek Iran Mengangkat Kedua Tangan Menghadapi Laras Senjata, Diduga Tertembak Hingga Terjatuh, Viral di Medsos Daratan Tiongkok  

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Rakyat Iran bangkit melawan pemerintahan otoriter Khamenei. Berbagai adegan mengharukan bermunculan di jalanan. Sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang emak-emak mengangkat kedua tangannya untuk menghentikan tindakan kekerasan aparat militer dan polisi, namun diduga ia ditembak.

EtIndonesia. Dalam video tersebut terdengar suara tembakan, sementara para demonstran di jalan berhamburan menghindar, diduga dipukul mundur oleh tembakan aparat. 

Pada saat itu, seorang perempuan terlihat mengangkat kedua tangannya dan berjalan ke arah aparat militer dan polisi, tampak sambil berteriak untuk membujuk mereka agar menghentikan kekerasan. 

一名伊朗妇女双手举过头顶,缓缓地向政府的所谓安全部队走去,女儿哭着叫她回头,她义无反顾地向前,安全部队开枪了!但是在遥远的中国抖音上都有无数的网友在呼唤川普,而在X上的所谓民运和维权领袖却在指责川普抓捕马杜罗的姿势不对。这帮畜生可以说毫无人性! pic.twitter.com/I9G5WBy3s1

— 默默 (@momoGZ0412) January 10, 2026

Di belakangnya, seorang perempuan muda berteriak panik memanggil, “Ibu!”, diduga berusaha mencegah sang ibu mempertaruhkan nyawanya. Tak lama kemudian terdengar satu kali tembakan, disusul teriakan kaget dari perempuan muda tersebut—diduga sang ibu telah tertembak.

Video ini menjadi viral di media sosial daratan Tiongkok. Banyak warganet Tiongkok menyebut ibu dalam video itu sebagai “pahlawan”, dan mendukungnya sebagai sosok yang “mengorbankan nyawanya demi memperjuangkan secercah harapan bagi putrinya”.

伊朗街頭
一位年長的白髮蒼蒼婦女 嘴角流著鮮血 舉起拳頭高呼 「我不害怕 我已經死了 47年了」

pic.twitter.com/KanwpY3lFP

— 霧亭 (@wutingzy) January 9, 2026

Banyak komentar warganet yang secara tersirat mengungkapkan keinginan untuk melawan kekuasaan otoriter Partai Komunis Tiongkok (PKT), antara lain:

 “Demi generasi berikutnya, ibu ini adalah teladan bagi kita”,
“Urusan besok biarlah diserahkan pada orang di masa depan, yang harus aku lakukan hari ini adalah mati dengan gagah”,
“Cahaya peradaban pada akhirnya akan menerangi seluruh dunia”.

Sebelumnya, beredar pula video lain di internet yang menunjukkan seorang perempuan lanjut usia berjalan di tengah barisan demonstran sambil meneriakkan slogan. Darah mengalir dari mulutnya hingga membasahi pakaiannya, diduga akibat dipukuli aparat militer dan polisi. Namun ia tetap tidak gentar menghadapi kekuasaan, dan terus melangkah maju.

Selain itu, foto-foto yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah perempuan muda Iran membakar potret Khamenei dan menggunakannya untuk menyalakan rokok. 

Media Inggris melaporkan foto-foto tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan perlawanan yang berani”. Berdasarkan apa yang disebut sebagai hukum Iran saat ini, membakar foto Pemimpin Tertinggi merupakan “kejahatan serius”.

Di tengah teror pemutusan internet dan pembantaian oleh otoritas Iran, rakyat Iran tetap tidak gentar menghadapi ancaman kematian dan terus turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Banyak orang di seluruh dunia berharap Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memberikan bantuan.

Pada 10 Januari, Trump secara resmi mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Amerika Serikat siap membantu rakyat Iran memperjuangkan kebebasan. Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah melakukan pembahasan awal mengenai serangan militer terhadap Iran, dengan salah satu opsi berupa serangan udara skala besar terhadap target militer Iran. (Hui)

Chen Zhenjin


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Asmo Sulsel Hadirkan Promo Spesial Tahun Baru 2026, Beri Banyak Keuntungan bagi Konsumen Honda Sepanjang Januari
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Bisakah Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah? Ini Analisis Bos PPI
• 9 jam laludetik.com
thumb
Andre Rosiade Datangi Bareskrim, Koordinasi Tindak Penambang Ilegal di Sumbar
• 7 jam laludetik.com
thumb
Reaksi DJP Kemenkeu Mengetahui Pegawainya Jadi Tersangka Korupsi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Potensi Hujan, Berikut Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 12 Januari 2026
• 9 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.