jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto segera membangun atau memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi nasional.
Rencana itu dibahas dalam rapat strategis Prabowo bersama sejumlah menteri di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (11/1).
BACA JUGA: Ketum DNIKS Gus Choi Berharap Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas Presiden Prabowo
“Di antaranya rencana groundbreaking enam titik baru proyek hilirisasi senilai USD 6 miliar pada awal Februari 2026 mendatang,” ucap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Menurut dia, rapat itu memang membahas agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, hingga proyek hilirisasi dan energi.
BACA JUGA: Sinergi Hilirisasi Batu Bara Mewujudkan Kemandirian Energi Nasional
Dalam pertemuan tersebut Prabowo meminta adanya penguatan industri tekstil dan garmen nasional.
Salah satu langkah yang ditekankan Kepala Negara ialah dengan melakukan revitalisasi rantai pasok.
BACA JUGA: Hilirisasi Grup MIND ID, Penggerak Transformasi Sektor Pertambangan Nasional
“Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain," kata Teddy.
Meski tak memerinci enam proyek tersebut, tetapi proyek yang diketahui akan memulai pembangunannya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau yang disebut waste to energy.
Tak hanya itu, Mensesneg Prasetyo Hadi sempat mengumumkan gasifikasi batu bara atau DME juga merupakan proyek lainnya yang akan diresmikan pembangunannya. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Makin Gencar Optimalkan Bauksit untuk Memperkuat Rantai Pasok Hilirisasi
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi



