Jakarta, VIVA – Maraknya tambang emas ilegal di Sumatra Barat kembali memicu keprihatinan publik.
Untuk itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, langsung mendatangi Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri guna berkoordinasi dengan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter), soal penanganan kasus tambang ilegal.
“Saya datang ke Bareskrim Mabes Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat tipidter ya untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat,” kata Andre, Senin, 12 Januari 2026.
Andre menekankan, aktivitas tambang ilegal di Sumbar tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah pidana yang tegas agar memberi efek jera.
“Kita harapkan hari kedatangan saya untuk berkoordinasi dalam rangka memastikan ini selesai. Dan juga kita berharap aparat penegak hukum yang ada di Sumatra Barat, khususnya Polres-Polres yang punya titik penambangan ilegal ini tidak menutup mata,” tuturnya.
Kasus ini bahkan sudah menimbulkan korban. Andre menyoroti nenek Saudah (67), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Rao, Pasaman, yang diduga dianiaya penambang ilegal karena menolak aktivitas pertambangan di Sungai Batang Air Sibinail, Kamis, 1 Januari 2026, lalu.
“Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat Nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman Barat, lalu ada Kabupaten Salur Selatan, dan juga Kabupaten Sijujung, dan beberapa tempat lain,” ucapnya.
Andre juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menindak tegas tambang ilegal, apalagi setelah bencana alam yang melanda Sumatera beberapa waktu lalu.
“Apalagi kita tahu Presiden Prabowo komit untuk melakukan penegakan hukum terhadap tambang-tambang liar dan tambang-tambang ilegal,” kata Andre.
Koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan Andre sebagai anggota DPR, yang berperan menyerap aspirasi rakyat dan memastikan masalah tambang ilegal di Sumbar bisa ditangani hingga tuntas.
“Tugas saya sebagai anggota DPR, itu mungkin ya. Tugas saya sebagai anggota DPR yang mendapatkan mandat dari rakyat, menerima aspirasi dari masyarakat,” tuturnya.


