Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Banjarbaru
Pemerintah resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi sebagai bagian dari strategi nasional memutus rantai kemiskinan.
Program ini menargetkan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan sistem seleksi ketat berbasis data.
Dalam kesempatannya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan intervensi menyeluruh negara terhadap kemiskinan antargenerasi. Total hampir 16 ribu siswa telah terdaftar dalam tahap awal pelaksanaan.
“Ini adalah arahan langsung Presiden Prabowo. Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga termiskin, bukan untuk yang mampu,” kata Gus Ipul, Senin, 12 Januari 2026.
Mensos menegaskan tidak ada ruang untuk titipan dalam penerimaan siswa. Seluruh proses seleksi dilakukan melalui verifikasi lapangan yang merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun bersama Badan Pusat Statistik.
“Kami pastikan tidak ada titipan, tidak ada uang, dan tidak ada intervensi. Kalau ada yang coba bermain, langsung kami coret,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pengawasan penuh selama 24 jam. Selain pendidikan formal, siswa mendapatkan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pendampingan psikolog, serta pembinaan karakter.
Menurut Gus Ipul, pendekatan ini diperlukan karena sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi sosial yang sangat rentan.
Data awal menunjukkan sekitar 67 persen orang tua siswa memiliki penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, bahkan sebagian anak sebelumnya putus sekolah dan tidak bisa membaca meski berusia remaja.
“Ini bukan sekolah biasa. Ini ekosistem perlindungan. Kalau anaknya disekolahkan tapi keluarganya tetap bermasalah, hasilnya tidak akan optimal,” ucap Gus Ipul.
Selain menyasar anak, Gus Ipul menyatakan pemerintah juga melakukan intervensi terhadap keluarga siswa melalui bantuan sosial, kepesertaan jaminan kesehatan, perbaikan rumah, hingga pemberdayaan ekonomi.
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ia menargetkan program ini menjadi fondasi jangka panjang untuk menciptakan mobilitas sosial bagi kelompok paling miskin.
“Presiden ingin negara benar-benar hadir. Pendidikan adalah pintu masuk utama untuk mengubah masa depan keluarga miskin,” tutur Gus Ipul.
Editor: Redaktur TVRINews





