FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat November 2025 lalu membuat sejumlah aktivitas warga lumpuh total.
Kelumpuhan aktivis salah satunya pada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Itu karena fasilitas sekolah banyak yang rusak dan tertimbun lumpur yang terbawa oleh banjir. Di tengah upaya pemerintah membersihkan fasilitas sekolah dari tumpukan lumpur hingga material kayu, pihak sekolah tentu tinggal mengandalkan sistem pendidikan melalui daring.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pun memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
Perhatian tersebut disampaikan melalui dialog virtual bersama warga dan tim relawan di lokasi bencana via Zoom, Minggu (11/1).
Dialog berlangsung usai Megawati memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Megawati berinteraksi langsung dengan tim medis dan warga yang tengah menerima bantuan kemanusiaan. Interaksi itu dilakukan melalui panggilan video.
Sebagai bentuk kepedulian, PDIP telah mengerahkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh. Kapal yang terinspirasi dari nama pahlawan perempuan Aceh tersebut membawa tim dokter, tenaga kesehatan, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP untuk membantu pemulihan warga terdampak.
Megawati mengawali dialog dengan penanggung jawab tim lapangan, Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu, serta tim dokter yang bertugas. Ia menanyakan kebutuhan mendesak yang perlu segera dikirimkan dari Jakarta guna mempercepat pemulihan kondisi warga.
Dalam laporannya, tim dokter menyampaikan kebutuhan suplai susu bagi bayi usia 0–6 bulan serta makanan pendamping ASI. Setelah itu, Sri Rahayu mempersilakan seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Megawati.
“Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih,” ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom.
Seorang ibu yang menggendong anaknya kemudian muncul di layar dan menyapa Megawati. “Assalamualaikum, Ibu Megawati,” ucapnya. “Waalaikumsalam,” jawab Presiden kelima Republik Indonesia itu dengan ramah.
Warga tersebut mengungkapkan rasa terima kasih atas layanan kesehatan yang diterimanya di Kapal RS Laksamana Malahayati.
“Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan hadiah dari ulang tahun PDIP,” tuturnya.
Megawati kemudian menanyakan kondisi keluarga dan pendidikan anak-anak warga tersebut. Ibu itu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak, dengan anak sulung berusia 17 tahun yang masih bersekolah, sementara anak bungsunya berusia 21 bulan.
Mendengar hal itu, Megawati menaruh perhatian pada kondisi sekolah pascabencana. “Apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah? Atau sekarang sudah mulai bersekolah lagi?” tanya Megawati.
Warga tersebut menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar belum kembali normal karena sekolah masih dalam tahap pembersihan akibat banjir. “Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Megawati berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan dapat segera diselesaikan agar anak-anak dapat kembali belajar.
“InsyaAllah bisa cepat segera dilakukan pembersihan, supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu,” ucapnya memberi semangat.
Di akhir dialog, warga tersebut kembali menyampaikan terima kasih atas bantuan PDIP serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada partai berlambang banteng moncong putih. “Terima kasih. Sampai ketemu ya,” pungkas Megawati. (fajar)




