Air Sinkhole Limapuluh Kota Tak Layak Konsumsi, Wagub: Mengandung E-Coli

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Padang: Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy menegaskan air yang terdapat di kawasan sinkhole (lubang runtuhan) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak layak dikonsumsi karena mengandung bakteri Escherichia coli (E-Coli). Penegasan tersebut disampaikan Vasko berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan.

“Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi,” kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, Senin, 12 Januari 2026, melansir Antara.

Tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan pemeriksaan dan kajian fenomena sinkhole yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ANTARA/Fandi Yogari

Selain kandungan bakteri, Vasko menyebut tingkat potential of hydrogen (pH) air di lokasi tersebut juga berada di bawah ambang batas aman, yakni di bawah 6,5. Kondisi tersebut semakin memperkuat alasan agar air tidak dimanfaatkan untuk konsumsi.

“Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,” kata Vasko.

Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi, serta instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan dan kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi sinkhole.

Baca Juga :

Apa itu Sinkhole? Lubang Raksasa Air Biru yang Muncul di Sumbar
Vasko berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga agar tidak keliru memanfaatkan air dari kawasan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa fenomena sinkhole merupakan proses alam, bukan berkaitan dengan hal mistis maupun klaim dapat menyembuhkan penyakit.

“Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” ujarnya.

Selain larangan konsumsi air, Wagub juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan aparat. Polisi telah memasang garis pengaman dengan jarak minimal 50 meter dari bibir lubang, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi amblas.

Berdasarkan perhitungan cepat, Vasko menjelaskan kandungan total dissolved solid (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan.

Kajian mendalam masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pengamanan dan pemanfaatan kawasan sinkhole.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamentan Pastikan Belum Ada Rencana Moratorium Kelapa Jelang Ramadan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Murid Diduga Keracunan MBG di Mojokerto Dirawat di Delapan Rumah Sakit
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Perkenalan Resmi John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia Ditunda
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Berambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah, Kaesang PSI Dianggap Tidak Realistis
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Perjuangan Demi ke Sekolah, Siswa di Padang Tempuh Jalan Terjal | BERITA UTAMA
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.