Grid.ID - Penyanyi Farel Prayoga menyesalkan hubungan yang tak baik antara dirinya dengan orangtua. Padahal, selama ini Farel mengaku rela banting tulang demi menafkahi keluarganya.
Hubungan antara penyanyi Farel Prayoga dan ayahnya, Joko Suyoto, ternyata belum benar-benar membaik. Pasca sang ayah keluar dari penjara usai terseret kasus judi online, ia mencecar manajer yang menangani Farel, Muhammad Rais.
Joko Suyoto sempat membuat video yang berisi kekesalannya terhadap Muhammad Rais. Joko mempertanyakan penghasilan miliaran Rupiah yang dihasilkan putranya selama ini. Joko menduga jika Rais melakukan penggelapan penghasilan putranya.
Semua hal ini berawal dari podcast yang dilakukan oleh Farel bersama Denny Sumargo. Denny menanyakan kepada Farel soal besaran uang yang sudah dikeluarkan Farel untuk keluarga. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh manajer Farel dari luar kamera.
“Saya jawab dari luar frame, pendapatan dari awal itu kurang lebih Rp10 miliar, dari awal viral. Saya manajemen ketiga, saya tau angka segitu, pas awal viral itu padat banget (job) bisa Rp75-100 juta, pasti miliaran lah, itu kurang lebih,” kata Muhammad Rais saat jadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar TransTV.
Rupanya, ucapan Farel dalam podcast tersebut, menyinggung sang ayah dan keluarga barunya. Farel memang mengungkap fakta jika, sejak kecil, ia sudah menjadi tulang punggung keluarga. Farel bekerja ke sana-kemari demi bisa memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk ayahnya.
“(Bekerja) umur 15 tahun, waktu awal viral umur 12 tahun,” kata Farel.
“Setelah Farel speak up di Denny Sumargo, aib mereka kebongkar, ayah keluar dari penjara tadinya baik-baik saja,” kata Rais.
“Mungkin ada dorongan dari istrinya atau gimana, padahal saya transparan (soal keuangan Farel), saya ajarkan dia menulis pendapatan dan pengeluaran dia,” kata Muhammad Rais.
Rais bersikeras tak melakukan hal buruk terhadap penghasilan Farel. Sebaliknya, Rais menyebut kalau ia membantu Farel mengelola keuangannya, termasuk menyisihkan dana untuk membantu keluarga.
Terlebih, ketika sang ayah masuk penjara, Farel pula yang masih harus menanggung semua pengeluaran sang ayah dan keluarga barunya. Hal itu dibenarkan oleh manajer Farel, yang selama ini berkomunikasi langsung dengan ayah Farel.
“Pasti (tetap kasih uang ke keluarga), di tengah pertengkaran itu, (ayah) tetap minta uang,” kata Farel.
“(Ayah) di dalam penjara itu, Farel tetap kirim juga, jadi keluar penjara juga masih ada (uang),” tambah Rais.
“(Ayah Farel minta uang) lewat saya, karena Farel gak punya m-banking, kalau transfer itu pokoknya harus cepat banget, kadang kalau saya lagi di tol, saya harus berhenti dulu,” kata Rais.
“Buat judol, hehe, kemarin bapak f masuk penjara karena judol,” sindir Rais.
Akibat hubungan yang tak jua membaik antara Farel dan ayahnya, kini Farel mengaku membatasi uang yang diberikan untuk keluarga ayahnya. Mirisnya, Farel menyebut jika kepercayaannya terhadap ayah dan keluarga barunya berkurang drastis.
“Sekarang Farel itu sudah melindungi uangnya, gak nyerahin ke mereka, kita paham Farel trauma dan kecewa terhadap mereka,” ujar Rais.
“Awal viral ATM aku dipegang mereka,” kata Farel.
“Farel pegang uang sendiri ini baru-baru ini setelah ayah dipenjara,” tegas Rais.
“Kemarin (kepercayaan) 25 persen, sekarang 1 persen aja,” kata Farel pasrah. (*)
Artikel Asli




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F06%2Fb7f9f4ff41f17b9829df7dd92d8838f7-FAK_0142.jpg)