Kaget Lihat Analisa Perpecahan Kabinet di Medsos, Prabowo: Jangan Percaya

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BANJARBARU, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung sejumlah analisis yang berseliweran di media sosial terkait kabar adanya perpecahan dalam Kabinet Merah Putih.

Mulanya, Prabowo mengaku bahagia karena menteri-menteri Kabinet Merah Putih sangat kompak dalam menjalankan programnya.

"Saya benar-benar bahagia hari ini. Kementerian-kementerian saya, kabinet saya, saya merasakan kompak. Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar ya, yang ngomong di mana? Di sosmed, menganalisa," kata Prabowo, di Banjarbaru, Kalsel, Senin (12/1/2026).

"Terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo. Wah, seru. Saya sendiri, saya sendiri kaget," sambung dia, sambari tertawa.

Baca juga: Prabowo: Jangan Malu Jika Orangtuamu Buruh atau Pemulung, Cium Kakinya

Prabowo menuturkan, menteri-menterinya telah bekerja keras mencapai keberhasilan melalui sejumlah bukti.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=swasembada beras, medsos, kabinet merah putih, prabowo subianto, Kekompakan Menteri&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8xNDA4MzE0MS9rYWdldC1saWhhdC1hbmFsaXNhLXBlcnBlY2FoYW4ta2FiaW5ldC1kaS1tZWRzb3MtcHJhYm93by1qYW5nYW4tcGVyY2F5YQ==&q=Kaget Lihat Analisa Perpecahan Kabinet di Medsos, Prabowo: Jangan Percaya§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Bukti demi bukti. Desember 31, 2025, saya ulangi Desember 31 tahun 2025 resmi Indonesia mencapai swasembada beras," kata dia.

Kemudian, lanjut Prabowo, pada pertengahan tahun 2024 dan 2025, pemerintah berhasil mengatasi kekeringan berkepanjangan saat Indonesia mengalami El Nino san La Nina.

"Kekeringan berkepanjangan, kita bisa mengatasi," ucap dia.

Baca juga: Tangis Bahagia Mensos, Sekolah Rakyat Harus Dikenang Sebagai Peristiwa Sejarah Berkat Prabowo

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Prabowo juga mengeklaim selama masa kepemimpinannya, Indonesia bisa menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah.

"Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," ucap dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Denmark Sebut Isu Greenland di Titik Penentuan usai Ancaman Baru Trump
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Gagal Bayar DSI Rp1,39 Triliun Masih Bergulir, OJK Dalami Indikasi Fraud
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menhan Sjafrie & Menlu Sugiono Bertemu Erdogan di Turki, Bahas Apa?
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Bawang Merah Jadi Komoditas Paling Tidak Stabil di Cirebon pada 2022-2025
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pemilik Maktour Sempat Dicekal Bersama Yaqut Tapi tak Berstatus Tersangka, Ini Kata KPK
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.