FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama Rizki Abdul Rahman Wahid mendadak menjadi perhatian publik seiring mencuatnya laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.
Rizki diketahui menjadi salah satu pelapor terkait materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang belakangan menuai polemik.
Laporan tersebut dilayangkan oleh sejumlah organisasi kepemudaan berlatar belakang Islam.
Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama aliansi Muda Muhammadiyah mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026) untuk melaporkan Pandji atas dugaan pencemaran nama baik.
Pelaporan itu berkaitan langsung dengan materi yang disampaikan Pandji dalam pertunjukan Mens Rea.
Dalam proses pelaporan, pihak pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman video serta potongan materi yang sebelumnya beredar di platform digital.
Menurut pihak pelapor, terdapat bagian materi yang dinilai tidak sensitif dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Rizki Abdul Rahman Wahid, yang disebut sebagai Presidium Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, menegaskan bahwa langkah hukum tersebut diambil sebagai bentuk keberatan atas materi komedi Pandji.
Ia menganggap materi Pandji merendahkan kelompok tertentu, khususnya generasi muda dari organisasi keagamaan.
“Menurut kami, beliau merendahkan dan cenderung menimbulkan kegaduhan, khususnya bagi kami sebagai anak muda Nahdliyin dan juga rekan-rekan dari anak muda Muhammadiyah,” ujar Rizki, kemarin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman awal terhadap laporan tersebut, termasuk menelaah seluruh barang bukti yang telah diserahkan oleh para pelapor.
Di sisi lain, minimnya informasi mengenai sosok Rizki Abdul Rahman Wahid turut memicu rasa penasaran publik.
Akun Instagram pribadinya diketahui telah diprivasi, sehingga aktivitas kesehariannya tidak banyak terekspos ke ruang publik.
Dari penelusuran berbagai sumber, Rizki memiliki rekam jejak panjang di dunia aktivisme mahasiswa dan kepemudaan, khususnya di lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat, sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII pada periode 2020-2022.
Rizki dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PB PMII saat itu, Agus Mulyono Herlambang, pada Februari 2021 di Gedung Delegasi Nusantara V, Kompleks MPR RI, Jakarta.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PKC PMII DKI Jakarta, memperkuat posisinya sebagai figur aktif dalam struktur organisasi kemahasiswaan berbasis Nahdlatul Ulama di tingkat daerah.
Di luar aktivitas kemahasiswaan, Rizki sempat dipercaya mengemban posisi sebagai Direktur Eksekutif Koalisi Indonesia Anti Korupsi (Kosasi).
Kiprahnya di ruang publik juga terlihat ketika ia menjadi narasumber dalam Diskusi Nasional ProGib Nusantara pada Februari 2024, dengan identitas sebagai bagian dari PMII DKI Jakarta.
Dari sisi pendidikan, Rizki menempuh studi di Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta Pusat.
Ia juga diketahui merupakan alumnus Pesantren Roudlotun Nasii, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
Dalam jejaring organisasinya, nama Rizki kerap disebut sebagai junior Aminuddin Ma’ruf, mantan Ketua Umum PB PMII.
Aminuddin dikenal sebagai pendiri Solidaritas Ulama Muda Indonesia (Samawi) dan sempat aktif dalam konsolidasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019.
Pada tahun yang sama, Aminuddin Ma’ruf ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial.
Namun, ia mengundurkan diri pada 23 Oktober 2023 dengan alasan menghindari konflik kepentingan.
Pasca pengunduran diri tersebut, Aminuddin bergabung dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran sebagai wakil sekretaris, serta kini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN dan Komisaris PT PLN (Persero).
Meski demikian, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari Rizki Abdul Rahman Wahid terkait dugaan kedekatannya dengan Aminuddin Ma’ruf yang sempat berada dalam struktur Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
(Muhsin/fajar)




