Pakar etiket sepakat bahwa kemampuan bersosialisasi tetap penting, meskipun komunikasi kini banyak terjadi secara digital. Banyak orang mengaitkan keterampilan sosial dengan profesi tertentu saja. Padahal, interaksi sehari-hari tetap membutuhkan kepekaan.
Di era pesan singkat dan media sosial, kata-kata sering terlontar tanpa dipikir panjang, Beauties. Padahal, komunikasi bukan hanya soal apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana kata itu diterima. Satu frasa bisa mengubah suasana secara drastis.
Mason Farmani, seorang personal dan corporate life coach, menjelaskan bahwa keterampilan sosial adalah dasar membangun hubungan. Ia menekankan pentingnya memahami dampak dari setiap kalimat. Terutama karena komunikasi verbal tidak hanya soal isi, tetapi juga kesan.
Karena itu, orang dengan kemampuan sosialisasi buruk sering menggunakan frasa tertentu tanpa sadar. Niatnya mungkin netral, tetapi dampaknya bisa negatif. Berikut lima kalimat yang menurut pakar etiket sebaiknya dihindari dilansir dari Parade.




