Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya pihak-pihak yang kerap mengejek dan menyebarkan pesimisme terhadap kebijakan pemerintahannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Dalam pidatonya, Prabowo mengakui pengelolaan kekayaan nasional selama puluhan tahun belum tertib, sehingga membuka ruang kritik dan ejekan terhadap dirinya.
"Tidak mudah, banyak orang mengejek saya. Saya tahu, sebetulnya nggak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Itu keyakinan saya, kepercayaan saya," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan dirinya tidak ragu menghadapi caci maki selama yang dilakukan adalah hal yang baik dan benar.
"Kita berbuat yang baik, berbuat yang benar masih dicaci maki, tapi tidak apa-apa kita tidak ragu-ragu," ujarnya.
Ia menilai tekad pemerintahannya telah dibuktikan dengan perubahan nyata yang terlihat, khususnya setelah enam bulan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
"Saya hari ini merasa bahwa tekad kita benar dan dibuktikan benar. Setelah 6 bulan kita melihat keadaan anak-anak kita seperti ini, luar biasa ini," tandas dia.




