Jakarta, tvOnenews.com - Inilah fakta-fakta ibu di Kebumen gantung diri bersama anak balitanya.
Disclaimer: Peringatan (trigger warning)! Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.
Viral diberitakan seorang ibu rumah tangga di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Namun, dia tidak memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, melainkan turut mengajak kedua anaknya yang berusia 5 dan 8 tahun.
Awal Mula Peristiwa
Peristiwa ini terjadi pada 6 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Sang ibu berinisial AA (44) dan anaknya yang kedua, yakni ATW (5) ditemukan tewas dalam kondisi menggantung.
Hal ini diketahui setelah anak pertama korban yang berusia 8 tahun berlari keluar rumah dan meminta pertolongan tetangga.
Anak pertama AA ternyata sempat diajak untuk mengakhiri hidupnya. Namun, dia menolak dan memilih berlari untuk meminta bantuan tetangga.
Faktor Ibu Pilih Akhiri Hidupnya
Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani mengatakan AA memilih untuk mengakhiri hidupnya karena depresi.
Selain depresi, AA juga mendapatkan tekanan ekonomi dan suami yang meninggalkannya dilaporkan telah menikah lagi.
Tentang Suami AA
Walali menyebut suami AA diketahui tidak memberinya nafkah baik lahir maupun batin selama dua tahun terakhir.
Bahkan, menurut keterangan korban, suami korban yang bekerja di luar kota tidak pernah pulang dalam kurun waktu tersebut.
Barang Bukti di TKP
Walali menyebut pihaknya menemukan sejumlah barang bukti, yakni tambang plastik berwarna biru lain yang mulanya disiapkan AA untuk anak pertamanya.
Kini, anak pertama AA pun diamankan dan diasuh oleh anggota keluarga lainnya.
Dia juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Kebumen untuk memulihkan trauma. (nsi)



