Tim Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Avisena Jabon Porong Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini, Senin (12/1/2026), melakukan kunjungan ke Kantor Suara Surabaya Media.
Nur Aniati, Guru Pendamping, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan ekstrakurikuler jurnalistik. Kunjungan diikuti siswa siswi dari kelas 10 dan 11 SMA dengan tujuan memberikan wawasan mengenai dunia media.
“Supaya anak-anak bisa mengembangkan kemampuan jurnalistik lebih baik. Bagaimana caranya anak-anak bisa berbicara dengan baik, terarah, terus habis itu wawasannya semakin luas,” katanya.
Bintang salah seorang siswa kelas 11 membagikan kesan selama berkunjung ke Kantor SS. Menurutnya, SS memiliki gedung yang mengagumkan dan tidak hanya menyiarkan radio, tapi juga bergerak di media lain.
“Saya juga baru tahu kalau di sini ternyata bukan radio saja, tapi ada juga media sosial seperti Instagram, YouTube-nya juga,” ungkap Bintang dengan antusias.
Sementara, Najwa mengaku kunjungan ke SS menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Di sini itu menyenangkan, kakak-kakaknya juga menghibur,” ungkapnya.
Siswi kelas 11 itu juga bersyukur mendapatkan berbagai pengetahuan baru seputar pengolahan konten jurnalistik.
“Saya bisa mengetahui apa saja masalah dan hambatan saat pengeditan video konten, kayak berita-berita random, dan solusinya,” kata Najwa.
Aniati sang guru mengungkapkan alasannya memilih Radio Suara Surabaya sebagai tempat belajar bagi siswanya. Menurutnya, SS bukan hanya sekadar radio, tapi juga media yang berkembang.
“Menurut saya, SS semakin berkembang lagi, semakin jaya lagi, semakin banyak hal-hal yang disiarkan. Kayak tadi ada gebrakan baru di SS, seperti podcast dan berbagai hal, itu dipertahankan,” kata wanita yang akrab disapa Bu Ani itu.
Dia juga menyampaikan harapannya kepada SS agar bisa menjangkau pendengar lebih luas, khususnya Gen-Z.
“Kalau bisa sekali-sekali banyak-banyak menyiarkan tentang Gen-Z, karena sekarang jarang sekali mendengarkan radio, saran saya bagaimana caranya Gen-Z tertarik untuk mendengarkan radio lagi. Itu yang harus dipikirkan SS lagi agar radionya tidak punah, mengingat sekarang pendengarnya merupakan kalangan yang lebih tua,” tutupnya.(mg/rid)




