Industri film Tanah Air kembali diramaikan oleh kehadiran film horor psikologis dengan budaya lokal. Di akhir Januari mendatang, sutradara Deni Saputra bersama produser Raam Punjabi lewat MVP Pictures siap merilis Sengkolo: Petaka Satu Suro, film horor yang mengangkat mitos Jawa yang hingga kini masih dipercaya banyak orang.
Film ini diperkuat oleh jajaran pemain ternama seperti Aulia Sarah, Cindy Nirmala, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Annisa Hertami, Ence Bagus, hingga Miqdad Addausy. Dengan balutan cerita yang kental nuansa tradisi dan psikologis, Sengkolo tidak hanya menyuguhkan teror, tetapi juga menghadirkan konflik emosional para karakternya hingga suasana film terasa makin mencekam.
Mengambil latar budaya Jawa, Sengkolo: Petaka Satu Suro berfokus pada sosok Rahayu, seorang bidan desa yang dikenal baik dan disegani warga sekitar. Hidupnya yang semula berjalan tenang mendadak berubah ketika serangkaian peristiwa ganjil dan mencekam mulai terjadi menjelang malam satu Suro. Teror tersebut semakin mengkhawatirkan karena menyasar para perempuan hamil di desa itu.
"Kalau dari judulnya saja, 'Sengkolo' itu kan berarti kesialan yang datang bertubi-tubi. Lalu 'Petaka Satu Suro', semua orang pasti sudah tahu kalau malam satu Suro itu lekat dengan legenda, mitos, dan kepercayaan Jawa yang masih hidup sampai sekarang," ungkap Aulia Sarah saat diwawancarai Insertlive pada Rabu (07/01).
"Yang aku tahu ya, di beberapa daerah kayak Solo dan Jogja, malam satu Suro itu masih dirayakan dan dijalani dengan penuh kehati-hatian. Jadi nuansanya memang sudah terasa mistis sejak awal," sahut Cindy Nirmala.
Dalam film ini, Aulia Sarah memerankan sosok Rahayu, karakter yang mengalami perubahan emosional cukup drastis. Ia menjelaskan bahwa Rahayu digambarkan sebagai sosok yang awalnya stabil dan harmonis, tapi perlahan runtuh karena trauma yang tidak mampu ia terima.
"Rahayu itu bidan yang sangat disegani di desanya. Hidupnya juga baik-baik aja, bahkan bisa dibilang harmonis. Tapi satu waktu ini dia mengalami musibah, dan dia nggak bisa menerima kejadian itu, ya akhirnya itu membentuk karakter dia jadi negatif," jelas Aulia Sarah.
Sementara itu, Cindy Nirmala memerankan Ratih, adik Rahayu, yang juga memiliki lapisan karakter yang tidak sederhana.
"Ratih sewaktu ABG dan dewasa itu sangat berbeda. Ada jarak sekitar tujuh tahun yang membuat hidupnya berubah drastis. Dari yang awalnya ceria, dia jadi lebih pendiam. Alasannya nanti bisa ditemukan sendiri saat menonton filmnya," tutur Cindy.
Keduanya sepakat bahwa hampir semua karakter dalam Sengkolo memiliki titik balik dalam hidup masing-masing.
"Setiap karakter punya transisi dan turning point yang membentuk mereka," ujar Aulia dan Cindy kompak.
Selama proses syuting, para pemain mengaku menikmati setiap tahapan produksi. Mulai dari pemilihan lokasi di Kediri yang terasa autentik, hingga kostum dan suasana set yang membantu pendalaman karakter. Meski sempat diwarnai kisah-kisah mistis dan kondisi fisik yang sempat menurun, pengalaman tersebut justru meninggalkan kesan tersendiri bagi para pemain.
Sengkolo: Petaka Satu Suro juga menuntut penonton untuk benar-benar memperhatikan detail film ini. Setiap adegan menyimpan petunjuk dan teka-teki yang saling terhubung dari awal hingga akhir. Tidak ada adegan yang terasa sia-sia, karena semua potongan cerita punya peran penting dalam membangun cerita.
Di balik atmosfer mencekam, film ini menyelipkan sisi emosional yang kuat lewat hubungan Rahayu dan Ratih. Ikatan kakak-adik tersebut menjadi penyeimbang di tengah konflik kepercayaan, kemarahan, dan ancaman tak kasat mata yang menghantui desa. Unsur kekeluargaan ini membuat cerita terasa lebih dekat dan manusiawi.
Selain itu, Aulia dan Cindy juga mengatakan bahwa judul Sengkolo terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.
"Kesialan bertubi-tubi itu pasti pernah dialami siapa saja, bukan cuma di film. Makanya ceritanya terasa relate," terang Aulia.
Dengan pendekatan horor psikologis, Sengkolo cocok untuk penonton yang menyukai misteri dan ketegangan tanpa mengandalkan jumpscare berlebihan. Bahkan bagi yang mengaku mudah takut, film ini justru memancing rasa penasaran untuk terus mengikuti ceritanya sampai tuntas.
Berlatarkan mitos dan kepercayaan Jawa yang masih lekat hingga kini, Sengkolo: Petaka Satu Suro siap menghantui layar lebar dan menyapa penonton serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469864/original/076223000_1768189585-Tersangka-AR.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469556/original/099789300_1768130430-1.jpg)