Microsoft Bantah Rumor PHK Massal Ribuan Karyawan di 2026

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Belakangan ini, kabar soal pemutusan hubungan kerja (layoff) besar-besaran di Microsoft ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di platform seperti X dan Bluesky. Berita ini menjadi perhatian global, termasuk di kalangan pekerja dan profesional teknologi, mengingat Microsoft, salah satu perusahaan big tech dunia. 

Banyak yang merasa cemas karena rumor tersebut menyebutkan bahwa Microsoft akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 11.000 hingga 22.000 pekerjaan, terutama di divisi Azure Cloud, Xbox, dan penjualan global.

Baca Juga :
Efek AI Makin Ngeri, Gelombang PHK Diprediksi Masih Berlanjut Sampai 2030
AI Bikin Geger Industri Bank, 200 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan

Rumor ini pertama kali muncul di forum anonim seperti Reddit dan Blind, kemudian menyebar dengan cepat di media sosial. Namun, eksekutif Microsoft menegaskan bahwa kabar tersebut 100 persen dibuat-buat atau hoax.

Bantahan tersebut disampaikan Frank X. Shaw, Chief Communications Officer Microsoft, melalui akun X resmi. Shaw bahkan menanggapi dengan nada sarkastik sebuah postingan yang menyebut PHK akan terjadi dalam beberapa minggu. 

“Saya menunggu dengan penuh antusias,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Fast Company, Senin, 12 Januari 2026.

Jez Corden, editor Windows Central, juga menolak klaim tersebut. “Salah, setidaknya di sisi Xbox,” katanya. 

Microsoft Sudah Melakukan PHK Sebelumnya

Memang benar, Microsoft melakukan pemotongan tenaga kerja signifikan pada 2025. Antara Mei hingga September 2025, perusahaan mem-PHK lebih dari 15.000 karyawan. 

Pada Juli saja, sekitar 9.000 pegawai dipecat. Phil Spencer, kepala Xbox, dalam memo kepada staf menjelaskan bahwa pengurangan ini “diperlukan” untuk keberlanjutan perusahaan, dan akan meningkatkan kelincahan dan efektivitas.

Namun, penting dicatat bahwa PHK tersebut telah terjadi di masa lalu. Rumor yang beredar kini hanya bersifat spekulatif dan tidak memiliki dasar yang valid.

Pemangkasan tenaga kerja sebelumnya sebagian besar terkait dengan kebutuhan finansial perusahaan untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Meskipun AI tidak secara langsung menggantikan pekerja, biaya pembangunan sistem AI yang sangat besar memaksa Microsoft menata ulang anggaran dan memangkas pengeluaran di area lain.

Selama tahun fiskal 2025, Microsoft menghabiskan sekitar US$ 88 miliar atau setara Rp 1.469 triliun untuk mengembangkan sistem AI proprietary mereka. Seiring meningkatnya investasi di bidang AI, perusahaan berfokus pada efisiensi biaya di divisi lain agar tetap seimbang secara finansial.

Baca Juga :
Microsoft Bakal PHK Massal di Awal 2026? Posisi Ini Paling Rawan Terdampak
Coca-Cola Mulai PHK 75 Pegawai, Restrukturisasi Besar-besaran 2026 Dimulai
Jumlah PHK Tembus 80 Ribu Orang di 2025, CSIS Ingatkan Risiko Ini ke Pemerintah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ridwan Kamil Beri Hadiah Terakhir untuk Atalia Praratya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Kasus Gagal Bayar DSI Rp1,39 Triliun Masih Bergulir, OJK Dalami Indikasi Fraud
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jokowi Dipastikan Datang ke Makassar 31 Januari, Ada Rapat Besar
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Zulkifli Hasan Sebut Panen Raya Maju Februari, Stok Beras Disiapkan 4 Juta Ton untuk Jaga Ketahanan Pangan
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.