JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga batal pergi ke kantor setelah terjebak di Halte Transjakarta Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Pusat, yang tutup sementara pada Senin (12/1/2026) akibat banjir.
Warga kesulitan melanjutkan perjalanan karena tidak ada bus Transjakarta yang melintas di halte tersebut sejak penutupan sementara sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara itu, layanan ojek online (ojol) juga sulit diakses akibat hujan dan banjir yang melanda sejak pagi.
Salah seorang warga, Wini (47), mengaku tidak jadi masuk kerja setelah turun di Halte Gunung Sahari. Warga Cibubur, Jakarta Timur, itu bahkan masih bertahan di halte hingga pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Timothy Ronald Terseret Penipuan Kripto, Polisi Akan Periksa Saksi dan Pelapor
"Dari jam 09.00 WIB di halte sini. Waktu saya berangkat dari rumah sebetulnya sudah gerimis. Tapi saya berpikir bakal aman kalau naik Transjakarta," ujar Wini saat dijumpai di Halte Gunung Sahari, Senin.
"Ternyata pas sudah sampai deket sini, udah mulai kelihatan ada info-info banjir dan busnya itu antre macet panjang sekali. Akhirnya ditawari turun di sini, saya pun turun," jelasnya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=banjir di Jakarta, banjir di jakarta hari ini, banjir di gunung sahari&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8xNzM4NTIzMS90ZXJqZWJhay1iYW5qaXItZGktZ3VudW5nLXNhaGFyaS1zZWp1bWxhaC1wZWtlcmphLWJhdGFsLW5nYW50b3I=&q=Terjebak Banjir di Gunung Sahari, Sejumlah Pekerja Batal Ngantor§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Wini yang bekerja di wilayah Mangga Dua, Jakarta Utara, mengatakan bahwa jarak dari halte ke kantornya sebenarnya tidak terlalu jauh. Namun, genangan air di Jalan Gunung Sahari cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk berjalan kaki atau melanjutkan perjalanan.
Ia juga kesulitan memesan ojol. Karena banyak rekan sekantornya mengalami kondisi serupa, atasan akhirnya mengizinkan mereka untuk libur pada hari ini
"Tadi sejak jam 10.00 WIB kami sudah diminta pulang saja tidak apa-apa. Tapi saya masih di sini karena kalau mau pulang masih belum ada bus juga," katanya .
"Saya tunggu agak surut dulu airnya. Siapa tahu nanti ojol sudah ada yang mau ambil penumpang. Nanti saya pulang naik KRL," lanjut Wini.
Warga lain, Evan (27) juga turun di Halte Gunung Sahari sejak pukul 09.00 WIB.
Baca juga: Tinggal di TPU Kebon Nanas sejak 1983, Sumiati Senang Pindah ke Rusun dan Dapat Buku Nikah
Pada Senin pagi, ia berangkat dari rumahnya di wilayah Mayestik, Jakarta Selatan, untuk menuju kantor di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Hujan dan banjir yang menyebabkan macet di Jalan Gunung Sahari pada akhirnya membuat ia turun di halte Gunung Sahari.
"Saya terjebak macet. Seharusnya saya sudah sampai kantor dari pagi. Jadi tadi terpaksa turun di sini karena sudah lapar sekali," tutur Evan.
Setelah turun bus Transjakarta, Evan mencari sarapan di sekitar halte. Usai mengisi perut, ia sempat mencoba memesan ojol untuk melanjutkan perjalanan ke kantor, tetapi tak dapat.
"Mungkin karena banjir juga dia sekitaran sana kan. Saya juga coba ditawari ojek pangkalan, tapi ternyata harganya mahal sekali," ungkap Evan.





