Iran Masuk Titik Tanpa Jalan Kembali: Rezim Terkepung, Rakyat Menolak Mundur

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Gelombang besar aksi protes anti-pemerintah di Iran pada 10 Januari 2026 resmi memasuki hari ke-14, menandai salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Republik Islam sejak berdiri pada 1979. Meski otoritas terus memperketat pengamanan, memutus total jaringan internet nasional, serta mengerahkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengancam penindasan bersenjata, momentum perlawanan rakyat justru tidak menunjukkan tanda-tanda melemah.

Para analis menilai Iran kini telah mencapai titik kritis (point of no return). Rezim yang berkuasa menghadapi situasi hidup-mati yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam lebih dari empat dekade terakhir.

Sinyal Politik dari Luar Negeri: Reza Pahlavi dan Sikap Amerika Serikat

Di tengah eskalasi krisis domestik, Reza Pahlavi, putra mahkota dari dinasti terakhir Iran yang kini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, menyatakan kesiapannya untuk kembali ke tanah air. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal politik kuat bagi gerakan protes yang telah berkembang menjadi perlawanan nasional terbuka.

Pada saat yang sama, Presiden AS, Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan kapan pun diperlukan. Meski belum disertai langkah resmi berskala negara, pernyataan ini dipahami sebagai bentuk dukungan moral dan strategis terhadap rakyat Iran.

Internet Diputus, Starlink Dibuka Gratis

Sejak 8 Januari 2026, lalu lintas internet di Teheran dan berbagai kota besar Iran mengalami penurunan drastis. Pemerintah Iran tidak hanya memutus jaringan kabel dan seluler, tetapi juga mencoba menggunakan teknologi pengacauan (jamming) untuk menghalangi sinyal satelit.

Namun, di balik layar, CEO SpaceX, Elon Musk mengambil langkah mengejutkan. Dia mengaktifkan layanan internet satelit Starlink secara gratis bagi para demonstran Iran, memungkinkan komunikasi dasar dengan dunia luar tetap berjalan.

Musk menyatakan bahwa akses tersebut akan tetap dibuka selama masa protes berlangsung, serta telah menginstruksikan tim teknisnya untuk mencegah intervensi digital dari pihak berwenang Iran.

Dukungan Regulasi AS: Ribuan Satelit Baru Disetujui

Dalam perkembangan terkait, Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat baru-baru ini menyetujui permohonan SpaceX untuk menambah 7.500 satelit Starlink generasi kedua. Dengan persetujuan ini, total satelit Starlink di orbit diproyeksikan mencapai sekitar 15.000 unit, dari sebelumnya sekitar 9.400 satelit aktif.

FCC menjelaskan bahwa satelit tambahan tersebut akan difokuskan untuk:

Meski tidak secara eksplisit ditujukan untuk Iran, keputusan ini dinilai memberi keunggulan strategis besar bagi upaya menjaga konektivitas di negara-negara yang mengalami sensor ekstrem.

Tekanan Media dan Seruan Aksi Nyata

Media Amerika Fox News mengutip sejumlah pakar kebijakan luar negeri yang menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menyelaraskan kata dan tindakan. Menurut mereka, inilah momen krusial bagi Washington untuk membantu rakyat Iran mengubah kemarahan dan ketidakpuasan menjadi tekanan nyata yang mampu menggoyahkan rezim.

Bantuan yang disorot meliputi:

Situasi Lapangan: Demonstrasi Besar di Teheran

Menurut laporan CNN, pada malam 9 Januari 2026, Lapangan Punak di wilayah barat Teheran dipenuhi ribuan demonstran. Massa meneriakkan slogan kebebasan, memblokir jalan raya utama, dan menghadapi aparat keamanan secara terbuka.

Warga setempat menyatakan bahwa meski:

rakyat tetap terorganisir, solid, dan pantang menyerah. Keyakinan umum yang berkembang adalah bahwa pemerintah saat ini sudah tidak memiliki jalan kembali.

“Revolusi Sejati” dengan Perempuan sebagai Inti

Pakar Iran asal Jerman, Tekal, menyebut peristiwa ini sebagai revolusi sejati, dengan perempuan sebagai kekuatan inti perlawanan. Aksi-aksi simbolik seperti:

menjadi penanda perlawanan terbuka terhadap sistem teokrasi.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan tanpa hijab merokok di depan potret Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei telah menyebar luas dan dianggap sebagai ikon pemberontakan, menandai titik balik psikologis dan simbolis dalam sejarah Iran modern.

Dukungan Publik Hampir Mutlak

Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan sekitar 90 persen rakyat Iran mendambakan demokrasi, dan hampir tidak ada lagi kepercayaan bahwa sistem lama dapat direformasi. Ditambah dengan:

Rezim Iran kini dinilai berada dalam kondisi sangat rapuh. Konsensus utama rakyat semakin jelas: mengakhiri kekuasaan Republik Islam.

Pernyataan Terbaru Reza Pahlavi

Pada 10 Januari 2026, Reza Pahlavi menulis di platform X bahwa ia sedang mempersiapkan kepulangannya untuk berdiri berdampingan dengan rakyat Iran ketika revolusi nasional mencapai kemenangan.

Dia menegaskan keyakinannya bahwa hari itu akan segera tiba.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megawati Tiba di Ancol: Tutup Rakernas, Digandeng Cucu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar Ungkap Peran Penting Presiden Dewan HAM PBB, Posisi yang Disandang Indonesia
• 7 jam lalukompas.com
thumb
TNI di Papua Selamatkan 18 Karyawan Freeport yang Terjebak-Terancam OPM
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Banyuwangi Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal di Perairan Bali
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Geledah Kantor Pajak Jakut Terkait Dugaan Suap Pengaturan Pajak
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.