Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 yang digelar di Jakarta. Dalam rakernas tersebut, partai berlambang banteng moncong putih itu merumuskan sejumlah tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh Jamaluddin Idham menyampaikan hasil rekomendasi Rakernas I saat penutupan acara di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Advertisement
“PDI Perjuangan menyadari tantangan masa depan tidak mudah karena sejumlah tantangan yang saling berkelindan,” kata Jamaluddin.
Menurutnya, tantangan tersebut diawali dari krisis keteladanan dalam kehidupan bernegara, yang dipicu oleh merosotnya etika dan tata perilaku dalam penyelenggaraan negara. Selain itu, bangsa Indonesia juga dihadapkan pada bencana dan malapetaka ekologis akibat kesalahan kebijakan tata ruang, konversi hutan yang tidak terkendali, serta praktik industrialisasi ekonomi ekstraktif.
“Tantangan berikutnya adalah robohnya supremasi hukum yang mengakibatkan hukum kehilangan ruh kemanusiaan yang beradab,” ujar Jamaluddin.
Ia menambahkan, persoalan lain yang tak kalah serius adalah masalah ekonomi sistemik, mulai dari keterbatasan fiskal, penumpukan utang luar negeri, praktik korupsi, hingga proses deindustrialisasi yang berdampak pada meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.




