Benarkah Makanan Bakaran Berbahaya bagi Kesehatan? Begini Penjelasan Ahli

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Tak hanya saat tahun baru, momen berkumpul bersama keluarga atau kerabat sering kali terasa kurang lengkap tanpa acara bakar-bakaran. Mulai dari sayuran hingga aneka daging, aktivitas ini memang identik dengan suasana hangat dan menyenangkan.

Namun di balik kelezatannya, bakar-bakaran kerap dianggap berbahaya bagi kesehatan. Tak sedikit orang yang khawatir dengan dampak pembakaran makanan terhadap tubuh.

Lantas, benarkah semua makanan bakaran berisiko?

Menanggapi hal tersebut, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa proses pembakaran memang dapat memengaruhi kandungan gizi makanan. Meski begitu, dampaknya tidak selalu bersifat negatif.

"Secara ilmiah, pembakaran dapat menurunkan kandungan beberapa zat gizi tertentu. Proses pembakaran makanan dapat mengubah kandungan gizi, antara lain menurunkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B," kata Karina dikutip dari laman IPB University, Senin (12/1).

Selain itu, menurut dia, pembakaran pada suhu sangat tinggi, terutama pada sumber protein hewani seperti daging ayam dan sapi, berpotensi memicu terbentuknya senyawa karsinogenik, yakni polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Senyawa ini umumnya muncul ketika daging dibakar hingga terlalu matang atau gosong.

Tidak Semua Makanan Bakaran Berbahaya

Meski demikian, Karina menegaskan bahwa tidak semua makanan bakaran otomatis berbahaya. Risiko kesehatan sangat dipengaruhi oleh jenis bahan pangan dan cara pembakarannya.

Menurut dia, pembentukan senyawa karsinogenik umumnya terjadi pada makanan sumber protein hewani yang dibakar pada suhu sangat tinggi, terutama hingga gosong. Sebaliknya, beberapa jenis pangan justru relatif lebih aman untuk dibakar.

"Jenis pangan yang relatif lebih aman untuk dibakar adalah sayuran," katanya.

Pada sayuran tertentu, proses pembakaran dapat membantu menghancurkan dinding sel, sehingga zat gizi seperti likopen, beta-karoten, dan antioksidan menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Bahkan, kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan dapat meningkat pada terong yang dibakar. Sementara itu, kadar natrium dilaporkan meningkat pada zukini yang diolah dengan metode serupa.

Tips Aman Menikmati Bakar-Bakaran

Agar tetap bisa menikmati bakar-bakaran tanpa mengorbankan kesehatan, Dr. Karina membagikan beberapa langkah praktis. Ia menyarankan agar sumber protein hewani dimarinasi terlebih dahulu menggunakan bumbu, herba, dan rempah-rempah. Selain itu, makanan sebaiknya tidak dibakar hingga gosong dan tidak diletakkan langsung di atas api.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia 6 Kali Jadi Anggota Dewan HAM PBB
• 7 jam laluidntimes.com
thumb
Air Sinkhole di Sumatra Barat Mengandung Bakteri E-Coli
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Tanggul Jebol, Banjir 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga Cilegon
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Profil Reza Pahlavi, Putra Mahkota Terakhir Iran yang Jadi Simbol Perlawanan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kereta Kelinci Marak di Jalan dan Dibiarkan, Asosiasi Sopir Bus Lurug DPRD Ponorogo
• 4 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.