Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) secara tegas mendesak adanya langkah transformasi dan reformasi pada institusi Polri dan TNI.
Penegasan itu menjadi salah satu poin rekomendasi eksternal yang dibacakan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Jakarta.
Advertisement
"Hal ini penting untuk memastikan kedua lembaga tersebut tetap berada pada jalur profesionalisme dan tidak terseret dalam arus politik praktis," kata Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh Jamaluddin Idham saat membacakan poin Rakernas I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dia menyatakan, PDIP melihat bahwa Polri harus tegak lurus sebagai alat negara yang menjaga ketertiban, bukan ikut atau terlibat dalam instrumen kekuasaan.
"Rakernas I Partai mendesak pemerintah untuk segera menjalankan transformasi Polri melalui penguatan akuntabilitas politik yang subtantif, guna memastikan kepolisian tegak lurus sebagai alat negara yang setia pada konstitusi, bukan pada kekuasaan jangka pendek," tegas Jamaluddin.
Dalam dokumen tersebut, PDIP juga mengusulkan penguatan mekanisme check and balances melalui pengawasan parlemen yang lebih tajam serta pemberian wewenang eksekutorial bagi Kompolnas sehingga tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.
"Bagi PDIP, pembersihan institusi dari kepentingan politik adalah harga mati. Transformasi ini harus difokuskan pada pembersihan institusi dari anasir politik praktis, penghapusan 'dwifungsi' jabatan sipil serta realokasi anggaran demi kesejahteraan personil Polri yang bertugas di akar rumput untuk menjamin Polri yang profesional, humanis dan terpercaya,” lanjut Jamaluddin.


