Bisnis.com, JAKARTA - PDI Perjuangan mendesak pemerintah menyatakan penolakan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jammaludin Idham dalam Penutupan Rapat Kerja Nasional ke-I PDIP, di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).
Jammaludin mengatakan sikap ini adalah hasil Rakernas ke-I PDIP dalam menyikapi nanggapi isu di luar negeri, salah satunya penangkapan Nicolas Maduro.
"Partai mendesak pemerintah untuk tegas menyatakan penolakan terhadap bentuk pelanggaran kedaulatan suatu negara, merdeka dari intervensi asing sebagaimana terjadi dengan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump," katanya.
Menurutnya sikap pemerintah AS telah merendahkan marwah PBB dan bertentangan dengan hukum internasional.
Tak hanya itu, dia menjelaskan sikap Trump juga mencoreng pembukaan UUD 1945.
"Bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan, dan perikeadilan," sambungnya.
Jamaluddin menyatakan bahwa partai berlogo banteng itu mendorong kedaulatan politik untuk menghadapi dinamika geopolitik global, serta tantangan sosial.
Dia menolak adanya tekanan, ketergantungan, dan dominasi kekuatan asing yang merugikan kepentingan dalam negeri.




