Puan Dorong Kader PDIP Kritis, Cerdas, dan Solutif sebagai Partai Penyeimbang

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan penjelasan praktis kepada ribuan kader Banteng mengenai peran partai sebagai penyeimbang. Menurut Puan, sikap politik sebagai partai penyeimbang harus dijalankan secara kritis, cerdas, solutif, dan berorientasi pada kerakyatan.

Puan menjelaskan, sikap kritis berarti memiliki analisis yang tajam, berbasis regulasi, berdasarkan data, fokus pada substansi, serta tidak menyerang aspek personal.

Advertisement

BACA JUGA: Puan Maharani Tegaskan Peran PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintahan

“Kritis juga berarti kita berpikiran terbuka dan objektif. Kita juga harus tahu, apakah permasalahan saat ini juga disebabkan oleh kekuasaan yang kita miliki di masa lalu? Sehingga kita harus bijaksana dalam menyampaikan kritik,” kata Puan.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam materi bertajuk ‘Kebijakan dan Strategi Politik Partai Penyeimbang’ pada Rakernas I sekaligus perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).

“Kritis tidak berarti selalu menolak apa yang disampaikan pemerintah. Kita mendukung yang baik dan mengkoreksi serta menyempurnakan yang tidak baik,” tegas Ketua DPR perempuan pertama ini.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa sikap cerdas berarti kemampuan menempatkan dan memperjuangkan kepentingan secara efektif, rasional, dan bermartabat, bahkan di tengah situasi politik yang tidak kondusif. Menurutnya, kecerdasan politik tidak ditunjukkan melalui reaksi emosional atau konfrontasi tanpa arah.

“Melainkan melalui ketepatan membaca situasi, kecermatan memilih strategi, serta konsistensi dalam menjaga tujuan. Sebagai Partai Penyeimbang maka kecerdasan adalah kemampuan mengubah keterbatasan menjadi daya tawar, tekanan menjadi peluang, dan perbedaan menjadi penyeimbang,” paparnya.

Ketua DPR RI ini kemudian memberi contoh konkret di DPR RI. “Di DPR RI, satu Fraksi PDI Perjuangan berhadapan dengan tujuh Fraksi lainnya. Tanpa kehadiran Fraksi PDI Perjuangan, setiap Rapat dapat menjadi sah. Dalam kondisi seperti ini, kita harus cerdas menjaga posisi Fraksi agar tetap diperhitungkan,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Naik di Tengah Meningkatnya Gejolak di Iran
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Berdurasi Lama di Sumut pada Senin 12 Januari 2026
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Politik kemarin, rakernas PDIP hingga Wagub Aceh apresiasi Presiden
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Nama Jokowi Diyakini Akan Disebut Berkali-kali di Kasus Kuota Haji
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Dicecar KPK soal Pembagian Kuota Haji Tambahan
• 22 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.