Pertandingan Real Madrid melawan Barcelona pada Piala Super Spanyol berlangsung di King Abdullah Sport City, pada Senin (12/1) dini hari WIB. Barcelona bermain dengan dedikasi dan perjuangan. Peluh dan keringat, serangan demi serangan kerap dilancarkan ke tembok pertahanan Real Madrid. Usaha yang berbuah manis, membuka keunggulan melalui tembakan keras yang menembus gawang Real Madrid dari Rapinha pada menit ke-36.
Melihat kebobolan di awal babak, pasukan Xabi Alonso mengerahkan serangan kepada pertahanan Barcelona yang dikawal oleh Cubarsi dan Eric Garcia. Senjata mematikan milik Real Madrid beraksi di penghujung babak pertama. Vinicius Junior berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45+2.
Selang dua menit usai gol Vinicius, Los Blancos justru dalam tanda bahaya. Vinicius dkk kembali di gempur, oleh beberapa penyerang andalan Blaugrana. Hingga bola chip Lewandowski melalui hasil operan panjang Pedri pada menit ke 45+4 membuat Courtois salah mengantisipasi.
Barcelona yang berpikir akan aman di babak pertama nyatanya kembali mendapatkan celah. Gonzalo Garcia pada menit ke-45+6 mengejutkan para pemain Barcelona. Bermula dari umpan sudut Rodrygo yang berjarak enam yard, berhasil di sundul Huijsen yang menjadi bola muntahan, namun berhasil di sambar dengan kaki kanan pemain jebolan akademi Real Madrid itu, dan menutup babak pertama dengan 2-2.
Baca Juga :
Tundukkan Madrid 3-2, Barca Juara Piala Super Spanyol 2026Laga memasuki menit ke 72, Rapinha justru menambah beban Courtois usai kebobolan untuk kedua kalinya melalui penyerang sayap asal Brasil, Rapinha. Gol berawal dari permainan satu dua Olmo dan Torres yang terlepas dan mengenai Rapinha. Memiliki peluang yang bagus, sang pemain berikan tembakan keras kaki kanannya, yang salah diantisipasi Courtois usai membentur Asencio.
Usai kebobolan pada menit yang cukup krusial. Real Madrid yang menyimpan senjata andalan mereka dari Prancis yakni Kylian Mbappe, masuk menggantikan sang pencetak gol, Gonzalo Garcia pada menit ke-76. Real Madrid juga memperbaiki tembok pertahanan mereka dengan menarik Huijsen menggantikan Alaba. Namun sayang belum ada perubahan yang bisa diberikan oleh Real Madrid.
Pertandingan kedua tim bagaikan arena gladiator bagi kedua tim. Beberapa kartu diberikan oleh sang pengadil lapangan mulai dari pelanggaran kotor sampai drama keributan kedua tim semakin pecah sampai babak kedua usai dengan skor 3-2, dan memastikan gelar juara bagi Barcelona di ajang Piala Super Spanyol 2026 edisi kali ini.
Kemenangan ini tentunya menjadi kesempurnaan dari strategi tangan dingin Hansi Flick. Mantan pelatih Bayern Munchen itu, meraih delapan kemenangan dari delapan laga. Rekor di antaranya adalah lima pertandingan bersama Bayern Munich, dan tiga pertandingan bersama Barcelona.
Bersama Bayern, Hansi Flick memenangkan Piala DFB, Piala Super Jerman, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Bersama Barcelona, pelatih yang akan genap berusia 61 tahun itu, menjuarai Piala Super Spanyol dua kali, dan Copa Del Rey musim lalu. Dan kini Barcelona bersama Hansi Flick mempunyai peluang juara Copa del Rey dan Liga Champions musim ini. Rekor Hansi Flick di partai final:
-Piala DFB 4 Juli 2020: Bayer Leverkusen 2-4 Bayern Munich
-Liga Champions 23 Agustus 2020: PSG 0-1 Bayern Munich
-Piala Super Eropa 24 September 2020: Bayern Munich 2-1 Sevilla (Extra Time)
-Piala Super Jerman 30 September 2020: Bayern Munich 3-2 Borussia Dortmund
-Piala Dunia Antarklub 11 Februari 2021: Bayern Munich 1-0 Tigres UANL
-Piala Super Spanyol 12 Januari 2025: Real Madrid 2-5 Barcelona
-Copa del Rey 26 April 2025: Barcelona 3-2 Real Madrid (Extra Time)
-Piala Super Spanyol 12 Januari 2026: Barcelona 3-2 Real Madrid.
(Victor Rodam)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




