Phnom Penh (ANTARA) - Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) menyumbangkan 70 perangkat kesehatan reproduksi yang menyelamatkan jiwa kepada Kementerian Kesehatan Kamboja untuk membantu memperkuat sistem kesehatan di komunitas perbatasan.
Suplai alkes penting ini memastikan bahwa perempuan dan bayi baru lahir dapat mengakses intervensi penyelamat jiwa, bahkan di masa-masa sulit," kata siaran pers UNFPA.
Siaran pers itu menguraikan bahwa perlengkapan alkes reproduksi tersebut mencakup berbagai peralatan medis dan obat-obatan yang dirancang untuk perawatan obstetri darurat dan perawatan bayi baru lahir.
Selain itu, bantuan alkes ini juga meliputi perlengkapan persalinan, perlengkapan bantuan persalinan klinis, perlengkapan perawatan obstetri darurat, dan sejumlah perlengkapan khusus.
"Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga negara, terutama mereka yang terdampak konflik, memiliki akses yang adil terhadap layanan kesehatan berkualitas," kata Menteri Kesehatan Kamboja Chheang Ra.
Perwakilan UNFPA untuk Kamboja, Sandra Bernklau mengatakan bahwa perlengkapan alkes reproduksi ini memastikan semua ibu dan bayi baru lahir dapat menerima bantuan segera dalam keadaan darurat.
Suplai alkes penting ini memastikan bahwa perempuan dan bayi baru lahir dapat mengakses intervensi penyelamat jiwa, bahkan di masa-masa sulit," kata siaran pers UNFPA.
Siaran pers itu menguraikan bahwa perlengkapan alkes reproduksi tersebut mencakup berbagai peralatan medis dan obat-obatan yang dirancang untuk perawatan obstetri darurat dan perawatan bayi baru lahir.
Selain itu, bantuan alkes ini juga meliputi perlengkapan persalinan, perlengkapan bantuan persalinan klinis, perlengkapan perawatan obstetri darurat, dan sejumlah perlengkapan khusus.
"Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga negara, terutama mereka yang terdampak konflik, memiliki akses yang adil terhadap layanan kesehatan berkualitas," kata Menteri Kesehatan Kamboja Chheang Ra.
Perwakilan UNFPA untuk Kamboja, Sandra Bernklau mengatakan bahwa perlengkapan alkes reproduksi ini memastikan semua ibu dan bayi baru lahir dapat menerima bantuan segera dalam keadaan darurat.




