Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan ada 5 desa yang masih terisolir imbas banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Politikus PDIP ini menyebut, kondisi desa cukup memprihatinkan.
"Desa-desa itu berada dalam posisi yang kemiringannya cukup miring. Dan itu posisinya sekarang sedang dalam pengerjaan," kata Masinton saat ditemui di Aula Raja Inal Siregar, Senin (12/1).
Masinton menjelaskan, kondisi lima desa tersebut aksesnya masih sulit. Ia mengatakan, pengerjaan untuk membuka akses terus dilakukan.
"Sekarang juga kondisinya sedang terjebak di sana. Dan tentu untuk membuka akses tersebut itu butuh waktu memang," ucap Masinton.
"Jadi, ini sedang proses pengerjaan. Kalau dia disebut terisolir ya, memang tidak terisolir dalam arti benar-benar tidak bisa dilalui. Mobilisasi ke sana memang hanya bisa berjalan kaki. Namun, kondisi ke sana sedang kita buka," sambung Masinton.
800 KK terjebak di 5 Desa di TaptengMasinton menuturkan, ada 800 Kepala Keluarga (KK) yang masih terisolir di 5 desa yang terdampak bencana.
"Di sana itu lebih kurang kalau KK-nya itu lebih kurang 800-an," imbuh Masinton.
Namun, Masinton tidak merincikan desa-desa apa saja yang masih terisolir, yang akses ke sana hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.




