JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), tetapi juga 10 wilayah lain di Indonesia dalam sepekan ke depan.
"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan cuaca terkini, dalam sepekan ke depan (12-18 Januari 2026), potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih diprediksi dapat terjadi di sejumlah wilayah," ujar Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (12/1/2026).
Sepuluh wilayah tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan.
Baca juga: Pencuri Motor yang Tembak Warga di Palmerah Ikut Tertembak Saat Akan Kabur
Ida menjelaskan, kondisi atmosfer dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, yang memicu terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi, bahkan dalam durasi cukup lama.
Oleh sebab itu, ia meminta warga tetap waspada, terutama terhadap dampak hidrometeorologi.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=BMKG, cuaca ekstrem&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8yMjM4MjE5MS9zZWxhaW4tamFib2RldGFiZWstMTAtd2lsYXlhaC1sYWluLWRpLWluZG9uZXNpYS1kaXByZWRpa3NpLWFsYW1pLWN1YWNh&q=Selain Jabodetabek, 10 Wilayah Lain di Indonesia Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, genangan, serta tanah longsor," kata dia.
Selain itu, kondisi tersebut diprediksi dapat berlanjut hingga puncak musim hujan pada Februari 2026.
"Potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai selama periode puncak musim hujan. Puncak musim hujan secara umum diprediksi akan terjadi pada periode Januari-Februari 2026," ucap dia.
Sebelumnya, Jabodetabek diperkirakan masih akan diguyur hujan hingga 18 Januari 2026.
Baca juga: Stasiun Jayakarta Sempat Terendam Banjir Senin Pagi, Begini Kondisinya Sekarang
Hal itu dikarenakan kondisi atmosfer saat ini masih menunjukkan pembentukan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Jabodetabek.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




