Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi oleh data dan fakta.
Dia tidak ingin, sikap tersebut hanya sebatas amarah atau emosi sesaat.
Advertisement
“Menghadapi kekuasaan, perjuangan Partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” kata Megawati dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Presiden ke-5 RI ini menambahkan, garis perjuangan partai adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan kebijakan pada Rakyat Marhaen.
Sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan berkewajiban memastikan kebijakan negara tidak menjauh dari kepentingan rakyat kecil dan keadilan sosial.
“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata Rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah Partai menjaga martabat politiknya,” pesan Megawati.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F11%2F28%2F2422f56b1c0735276c2a8b269ec95b43-20251128AGS_3.jpg)