Direktur Bina Petugas Haji Kementerian Haji (Kemenhaj), Chandra Sulistyo Reksoprojo, menegaskan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus melayani jemaah haji dengan baik. Jemaah harus dibuat nyaman dan aman saat beribadah di Tanah Suci.
“Sebagai petugas haji, sudah jelas mutlak membuat para jemaah merasa nyaman dan aman. Nyaman itu bagaimana? Kalau ada yang bertanya, ‘ke mana saya harus menuju Masjid Nabawi?’, petugas harus menguasai lewat pintu nomor berapa,” kata Chandra di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (12/1).
“Misalnya pertanyaan tentang menuju Masjidil Haram, Bus Shalawat-nya dari mana, jadi kita juga harus bisa menjawab, sehingga jemaah merasa, ‘saya bisa kok pergi di sini’, karena mendapatkan informasi yang jelas,” sambungnya.
Selain harus menguasai seluruh aspek di lapangan, petugas juga wajib membantu jemaah yang mengalami kesulitan secara fisik, salah satunya jemaah lansia.
Adapun salah satu fokus Kemenhaj dalam pelaksanaan haji tahun ini yakni tepat waktu, berkualitas, dan memperkuat perlindungan terhadap jemaah.
“Lansia tentu ada tim tersendiri yang memang harus siap membopong, menggendong, dari bandara menuju bus, begitu juga menaikkan atau menurunkan dari bus. Bahkan bila perlu, kita pun turut membersihkan saat yang bersangkutan buang air besar dan sebagainya. Itu memang sudah menjadi kewajiban para petugas,” ucap Chandra.
Selain itu, saat memaparkan materi di hadapan lebih dari 1.600 PPIH, Chandra juga menekankan pelayanan terhadap jemaah mutlak harus dilakukan.
“Karena ada jemaah haji, kita semua berkesempatan berangkat ke sana. Jemaah haji itu sudah menunggu puluhan tahun, sudah menabung berpuluh-puluh tahun, mengorbankan sejumlah hartanya karena keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci. Kalau tidak kita layani, itu adalah kesalahan mutlak bagi kita sebagai petugas haji,” pungkasnya.

