Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terus menguat di tahun ini, didorong oleh menguatnya sektor komoditas dan ekonomi yang lebih stabil.
Senior Investment Strategist Bank DBS, Joanne Goh, memproyeksi IHSG atau Jakarta Composite Index (JCI) masih berpeluang menguat sepanjang tahun ini.
Menurut Joanne, saham-saham komoditas masih menjadi penopang utama pasar. Ketidakpastian global akibat geopolitik, kelangkaan pasokan, dan isu keamanan membuat harga komoditas tetap terjaga. Kondisi ini menguntungkan Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam.
“Kami melihat JCI akan meningkat lebih tinggi tahun ini. Kami memiliki 9.800 sebagai target indeks untuk JCI,” kata Joanne dalam konferensi pers, Senin (12/1).
Selain faktor global, DBS juga melihat konsumsi dalam negeri menjadi penggerak penting. Ruang fiskal yang dimiliki pemerintah dinilai mampu mendorong belanja masyarakat, yang kemudian berdampak positif ke kinerja sejumlah sektor di bursa.
Sektor yang paling diuntungkan dari peningkatan konsumsi tersebut antara lain perbankan, telekomunikasi, dan sektor konsumen. Ketiga sektor ini berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.
DBS juga menilai kondisi ekonomi Indonesia tahun ini lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Stabilitas ini dinilai memberi rasa aman bagi investor untuk menempatkan dananya di pasar keuangan Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya optimistis IHSG akan melanjutkan tren penguatan dan berpotensi menembus level psikologis 10.000 pada 2026. Keyakinan itu didasarkan pada arah kebijakan ekonomi yang dinilai makin sinkron serta prospek fundamental ekonomi nasional yang semakin solid.
Purbaya menilai, seharusnya kinerja pasar saham Indonesia saat ini bisa lebih tinggi apabila desain kebijakan sebelumnya berjalan sesuai dengan rancangannya. Menurutnya, dengan perbaikan koordinasi kebijakan ke depan, ruang penguatan IHSG masih sangat besar.
“Oh iya lah (to the moon di 2026). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” kata Purbaya dalam Media Briefing pada Rabu (31/12).





