KOMPAS.TV – Rismon Sianipar selaku penuding ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menyebut rekannya, Eggi Sudjana mengaku tidak meminta maaf secara eksplisit kepada Jokowi saat berkunjung ke Solo.
Menurut Rismon, pengakuan Eggi itu disampaikan saat Eggi menelepon rekannya yang lain, Michael Sinaga.
Rismon menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (12/1/2026).
Ia menjawab pertanyaan mengenai kabar Eggi Sudjana dan Damai hari Lubis mengajukan restorative justice.
Baca Juga: Roy Suryo, Rismon, dan Tifa Geruduk Kemendikdasmen, Tagih Surat Penyetaraan Wapres Gibran
“Saya tidak tahu dan saya tidak peduli juga ya, tentang pengajuan restorative justice oleh Bang Eggi Sudjana maupun Bang Damai Hari Lubis,” kata Rismon.
“Tetapi, dari pernyataan Bang Egi Sudjana lewat telepon, pada saat itu Michael Sinaga menelepon Bang Egi Sudjana dan di situ lewat speaker saya dengar, saya ada di situ, mengatakan Bang Egi Sudjana saat itu mengatakan, ada dua orang Polri yang pertama penyidik dan atasannya membersamai Bang Eggi Sudjana dan Bang Damai Hari Lubis pada tanggal 8 Januari 2026.” katanya menjelaskan.
Ia kemudian mempertanyakan etika profesionalisme penyidik yang mengantarkan tersangka ke kediaman pelapor.
“Yang kedua, ada tidak korelasinya antara pertemuan tersebut, yang menurut Bang Eggi Sudjana dibersamai oleh penyidik maupun atasannya, yang mengumumkan tadi,” tambahnya
“Nah, apakah ada hubungannya itu perintah Jokowi pada saat pertemuan itu dengan pengajuan berkas kami ke Kejaksaan, itu perlu dijelaskan, baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh Bang Eggi Sudjana,” lanjut Rismon.
Rismon menilai penjelasan itu harus dilakukan secepatnya, untuk menjelaskan etika dan profesionalisme penyidik.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- rismon sianipar
- david pajung
- ijazah jokowi
- tudingan ijazah palsu
- jokowi




