Liputan6.com, Jakarta - Alih-alih mencela lewat jari jemarinya melalui layar ponsel, Ori Salfian (31) mencoba menepikan motornya usai melihat jalan di depannya terhalang banjir.
Banjir menerjang Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Mangga Dua Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, sejak Senin pagi, 12 Januari 2026.
Advertisement
Ori, yang berangkat dari Parung Panjang dan melanjutkan perjalanan dengan motor yang diparkirkannya di sekitar Stasiun Palmerah, menyadari genangan hampir pasti terjadi akibat hujan yang tak kunjung reda sejak dini hari.
Namun hujan tak memberinya banyak pilihan. Ori tetap memacu motornya ke arah Ancol, Jakarta Utara, demi sampai ke tempat kerja. Hujan menampar wajahnya sepanjang jalan, dan firasat itu akhirnya menjadi nyata.
Begitu memasuki kawasan Mangga Dua, genangan menyambut lebih dulu, air cokelat menutup aspal, memaksa laju kendaraan melambat dan orang mulai terlihat kelimpungan.
Rasa sedikit kesal hinggap di benaknya. Tapi, perasaan itu tak ditumpahkannya di media sosial.
Ori lebih memilih menepi, tergoda dengan uap panci yang muncul dari warung di tepi jalan itu.
“Saya memilih makan mie ayam karena dingin,” kata Ori.
Ia sadar, banjir di ibu kota nyaris tak pernah menyisakan banyak pilihan. Peristiwa ini pun bukan barang baru di Jakarta. Tak mau memaksa, Ori memilih menepi.
Ia mematikan mesin dan memberi dirinya waktu untuk rehat sejenak.“Enggak mau maksain motor,” tutur dia.



