PDI-P Desak Pemerintah Memperbaiki Manajemen Penanggulangan Bencana

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Parrtai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana.

Desakan tersebut merupakan satu dari 21 rekomendasi hasil rapat kerja nasional (Rakernas) I PDI-P yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada Senin (12/1/2026).

"Rakernas I partai mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana melalui penerapan teknologi yang terintegrasi," ujar Ketua DPD PDI-P Aceh, Jamaluddin Idham membacakan rekomendasi hasil Rakernas I, Senin.

Baca juga: Hasil Rakernas I PDI-P Singgung Perlunya Penyeimbang Kekuasaan Negara

Manajemen penanggulangan bencana juga memerlukan penguatan koordinasi dan sinergi kelembagaan; kesiapsiagaan tanggap darurat; hingga penanganan pascabencana.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan rakyat Indonesia," ujar Jamaluddin.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=bencana alam, PDI-P, PDIP, Rakernas PDI-P, penanggulangan bencana, Megawati Soekarnoputri, bencana ekologis, rakernas pdip 2026, Rakernas PDIP, Rakernas PDI-P 2026, hasil Rakernas PDIP, hasil Rakernas PDI-P, manajemen penanggulangan bencana&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8wNjU0MTgwMS9wZGktcC1kZXNhay1wZW1lcmludGFoLW1lbXBlcmJhaWtpLW1hbmFqZW1lbi1wZW5hbmdndWxhbmdhbi1iZW5jYW5h&q=PDI-P Desak Pemerintah Memperbaiki Manajemen Penanggulangan Bencana§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Di samping itu, Rakernas I PDI-P juga mendorong pemerintah untuk mencegah bencana ekologis dengan kebijakan tata ruang hingga penghentian deforestasi.

Penegakan hukum terhadap kejahatan ekologis seperti pembalakan liar dan tambang ilegal juga diperlukan sebagai bentuk upaya mencegah bencana ekologis.

"Termasuk ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan kawasan lahan basah (wetlands) di sepanjang wilayah pesisir, sebagai bagian integral dari upaya perlindungan lingkungan hidup dan keselamatan rakyat," ujar Jamaluddin.

Baca juga: PDI-P Gerilya Ajak Partai Lain Dialog demi Pertahankan Pilkada Langsung oleh Rakyat

Megawati Sorot Kebijakan

Sementara itu, Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri menyoroti peran kebijakan dan undang-undang yang dinilainya memberi “karpet merah” bagi eksploitasi alam, sehingga memicu bencana ekologis dan kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

"Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," kata Megawati, Sabtu.

Baca juga: PDI-P Serukan Cegah Lahirnya Pemerintahan Otoriter, Jaga Cita-Cita Reformasi

Megawati menegaskan, bencana alam yang terjadi, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak bisa semata-mata dianggap sebagai peristiwa alam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Menurut dia, kerusakan lingkungan merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung ekologi.

"Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan," tegas Megawati.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jakarta, Lalu Lintas Padat Sejak Pagi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Peneliti Citra Institute: Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games 2025 Sudah Tepat
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Krisis Sampah Pasar Caringin Mulai Meresahkan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo: 6-11 Proyek Hilirisasi Segera Dimulai, Investasi Rp 101 Triliun
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.