Iran dan Milisi Irak Ancam Bom Pangkalan AS, Gedung Putih Ungkap Pesan Rahasia Teheran

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

ESKALASI konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Washington dengan bersumpah akan menargetkan pangkalan militer, kapal perang, hingga personel AS di seluruh kawasan Timur Tengah jika negara pimpinan Donald Trump tersebut mengintervensi kerusuhan yang tengah melanda Iran.

"Datang dan lihatlah apa yang akan terjadi pada kapal-kapal dan pangkalan militer Amerika di kawasan ini. Datanglah dan terbakar dalam api bangsa Iran begitu hebat hingga menjadi pelajaran abadi dalam sejarah bagi semua penguasa AS yang menindas," tegas Qalibaf sebagaimana dikutip dari media pemerintah Press TV, Selasa (13/1).

Ancaman Milisi pro-Iran di Irak

Senada dengan Teheran, Kataib Hezbollah, milisi paling berpengaruh di Irak yang didukung Iran, turut mengeluarkan peringatan serupa. Kelompok ini memperingatkan konflik bersenjata dengan Iran tidak akan berjalan mudah bagi Amerika Serikat.

"Perang melawan Iran bukanlah piknik, melainkan api yang jika dinyalakan tidak akan padam sampai hidung kalian tersungkur di tanah, dan kalian akan membayar dua kali lipat dari keuntungan yang ingin didapat tuan kalian yang serakah," bunyi pernyataan resmi milisi tersebut.

Kataib Hezbollah juga menyerukan kepada para pejuang dan rakyat Irak untuk berdiri teguh membela Iran, menyebut pertahanan terhadap Teheran sebagai bagian dari menjaga kesucian umat Muslim.

Diplomasi di Balik Pintu Tertutup

Di tengah ancaman terbuka tersebut, Gedung Putih memberikan pernyataan mengejutkan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengungkapkan terdapat perbedaan mencolok antara gertakan publik rezim Teheran dengan komunikasi yang mereka sampaikan secara rahasia kepada pemerintahan Trump.

"Apa yang Anda dengar secara publik dari rezim Iran sangat berbeda dari pesan-pesan yang diterima pemerintah secara pribadi, dan saya rasa presiden tertarik untuk mendalami pesan-pesan tersebut," ungkap Leavitt kepada wartawan.

Leavitt menegaskan fokus utama Presiden Trump saat ini adalah menghentikan pertumpahan darah terhadap warga sipil di Iran. Hal ini merujuk pada ancaman Trump sebelumnya yang menyatakan akan menyerang rezim Iran jika mereka terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa.

"Dia (Trump) telah menyatakan dengan cukup jelas bahwa dia tentu tidak ingin melihat orang-orang terbunuh di jalanan Teheran, dan sayangnya, itulah yang kita lihat saat ini," tambahnya.

Hingga saat ini, utusan khusus utama presiden, Steve Witkoff, dikonfirmasi terus menjadi pemain kunci dalam diskusi diplomatik maraton dengan pihak Iran guna mencari jalan keluar dari krisis yang kian membara ini. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Sebut Janda Tak Perlu Wali Nikah, Ustaz Khalid Basalamah: Batal Nikahnya
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ketum AP3KI: KemenPAN-RB & DPR Harus Bersikap Sebelum Pemutusan Kontrak Kerja PPPK Marak
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Gubernur The Fed Jerome Powell Tidak akan Tunduk pada Intimidasi Trump
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas Dunia Melonjak ke Rekor ATH Baru di Tengah Sentimen Trump Vs Powell
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.