Menlu Iran: Teheran Siap Hadapi Opsi Militer AS

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Teheran, Iran

Abbas Araghchi memperingatkan Washington untuk tidak menguji kesiapan militer Iran di tengah ancaman intervensi Donald Trump.

Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan bahwa negaranya "siap untuk berperang" jika Washington memutuskan untuk menguji kekuatan militer Iran. 

Pernyataan ini muncul menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan tindakan militer sebagai respons terhadap penanganan protes antipemerintah di Iran.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera Arabic pada Senin 12 Januari 2026, Araghchi menegaskan bahwa meski saluran komunikasi tetap terbuka, Teheran tidak akan gentar menghadapi tekanan fisik.

"Jika Washington ingin menguji opsi militer yang pernah mereka coba sebelumnya, kami siap untuk itu," ujar Araghchi. Ia menambahkan bahwa Iran saat ini memiliki "kesiapan militer yang besar dan luas" dibandingkan kondisi tahun lalu.

Ancaman di Tengah Gejolak Domestik

Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Trump pada Minggu lalu, yang menyebutkan adanya "opsi kuat" terhadap kepemimpinan Iran atas tindakan mereka terhadap demonstran. 

Trump, yang baru-baru ini memerintahkan operasi di Venezuela, menyatakan bahwa pertemuan mengenai program nuklir sedang dijadwalkan, namun intervensi militer tetap menjadi kemungkinan yang nyata sebelum negosiasi berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Araghchi mendesak AS untuk memilih jalur dialog daripada konfrontasi. Ia juga memperingatkan adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba menyeret Washington ke dalam konflik demi kepentingan Israel.

"Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau dikte. Pertanyaannya adalah apakah Washington siap untuk negosiasi yang adil dan jujur?" tegas Araghchi.

Klaim yang Bertentangan

Di dalam negeri, Iran terus menghadapi gelombang protes yang dipicu oleh krisis ekonomi. Pemerintah Iran menuduh "elemen teroris" telah menyusup ke dalam kerumunan massa dan menyalahkan AS serta Israel sebagai provokator kerusuhan.

Berdasarkan laporan media pemerintah, lebih dari 100 personel keamanan tewas dalam beberapa hari terakhir. 

Namun, aktivis oposisi mengeklaim angka kematian jauh lebih tinggi dan mencakup ratusan pengunjuk rasa. Hingga saat ini, verifikasi independen atas angka tersebut sulit dilakukan akibat pemadaman internet total yang telah berlangsung selama lebih dari 96 jam.

Diplomasi di Balik Layar

Meskipun retorika publik memanas, Araghchi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, masih terus berlanjut. 

Ia menyebutkan bahwa ide-ide yang didiskusikan dengan Washington sedang dipelajari di Teheran, meskipun ia menilai ancaman AS saat ini tidak sejalan dengan proposal diplomasi yang diajukan.

Di sisi lain, Gedung Putih menunjukkan sikap skeptis. Juru bicara Karoline Leavitt menuduh Iran mengirimkan pesan yang berbeda secara privat dibandingkan pernyataan publik mereka. 

Menurut laporan The Wall Street Journal, Gedung Putih saat ini sedang mempertimbangkan tawaran Iran untuk pembicaraan militer lebih lanjut, bahkan ketika opsi serangan udara tetap berada di atas meja kepresidenan.

Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari eskalasi tahun lalu, ketika AS melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran saat terlibat dalam konflik 12 hari bersama Israel.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Google Berpeluang Dipanggil di Sidang Nadiem, Ungkap Fakta Sebenarnya
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Secara Serius
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Jelang Ramadan, Kemendagri Ingatkan Pemda Kendalikan Angka Inflasi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Panas Laut Dunia Pecah Rekor, Bukti Pemanasan Global Kian Parah
• 32 menit lalurepublika.co.id
thumb
Update Kondisi Banjir Tol Bandara Soetta Terkini, Mobil Sedan Sudah Bisa Melintas?
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.