TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga deras disertai angin kencang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten selama sepekan ke depan, yakni pada 13-18 Januari 2026.
"Dari kondisi dinamika atmosfer, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada periode 13-18 Januari 2026," ujar Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Hartanto dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Wilayah Banten yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem hingga sepekan, yakni Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian selatan, Kabupaten Serang bagian barat dan timur, Kota Serang, serta Kabupaten Tangerang bagian barat dan utara.
Baca juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, Sisa 22 RT dan 5 Ruas Jalan Masih Tergenang
Sementara itu, peningkatan intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang cukup signifikan.
Di antaranya, penguatan angin monsun Asia yang lebih kuat dari kondisi normal, serta adanya daerah tekanan rendah yang terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Hujan deras, cuaca Banten, banten potensi hujan deras, banten hujan deras, cuaca banten bmkg&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8wOTA4Mjc1MS9ibWtnLWJhbnRlbi1kaXByYWtpcmFrYW4taHVqYW4tZGVyYXMtZGFuLWFuZ2luLWtlbmNhbmctaGluZ2dhLTE4LWphbnVhcmk=&q=BMKG: Banten Diprakirakan Hujan Deras dan Angin Kencang hingga 18 Januari§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `“Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi di wilayah Banten. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang relatif labil juga mendukung terbentuknya awan konvektif dalam skala lokal,” kata Hartanto.
Menurut BMKG, kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang di wilayah-wilayah yang terdampak.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk berhati-hati dan memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.
Pihaknya juga meminta warga untuk menghindari bepergian ke daerah rawan banjir, serta mengamankan barang-barang penting apabila terjadi peningkatan curah hujan.
Baca juga: Horornya Jakarta Senin Pagi: Berjam-jam Terjebak Banjir dan Macet di Jalan
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan bencana,” ucap Hartanto.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




