BMKG deteksi kemunculan pusat tekanan rendah di selatan NTB

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berpotensi menimbulkan fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta mewaspadai gelombang laut yang mencapai dua meter atau lebih," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Selasa.

Analisis kondisi fisis dan dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG mengungkap bahwa keberadaan pusat tekanan rendah mampu memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Angin permukaan di wilayah NTB bertiup dengan arah variasi dominan barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 kilometer per jam.

"Suhu permukaan laut di wilayah perairan NTB dan sekitarnya berkisar antara 28 sampai 30 derajat Celcius dengan anomali minus 1 derajat Celcius hingga 0,5 derajat Celcius," ujar Satria.

Baca juga: BMKG: Waspada puncak musim hujan di NTB pada Dasarian II Januari

Selain pusat tekanan rendah, dinamika atmosfer lainnya berupa penguatan aliran massa udara dari Benua Asia turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Monsun Asia yang menguat disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut China Selatan bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

Pola aliran angin ini memperkuat pembentukan daerah konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Kemunculan pusat tekanan rendah turut mempengaruhi sirkulasi angin regional yang memperkuat perlambatan dan pengangkatan massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan.

Kepala BMKG Pusat Teuku Faisal Fathani dalam laporannya menyatakan kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat di sepanjang Pulau Jawa sampai Kepulauan Sunda Kecil.

Baca juga: Mayoritas kota besar berpotensi diguyur hujan ringan-sedang

Ia menegaskan perlu langkah-langkah mitigasi dan antisipasi dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem guna meminimalkan potensi dampak potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan Monsun Asia dan kemunculan pusat tekanan rendah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Petinggi PWNU Jakarta Dicecar KPK soal Pembagian Kuota Haji Tambahan
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid Usai Kurang dari 8 Bulan, Ini Fakta di Balik Perpisahannya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kagum Bahasa Inggris Siswa Sekolah Rakyat, Prabowo: Bagusnya Kita Kirim ke Luar Negeri
• 22 jam laludisway.id
thumb
SBY: Matahari di Demokrat Cuma Satu, Mas AHY!
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir Rendam 63 RT di Jakarta Akibat Hujan Deras Seharian
• 16 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.