Cuaca kurang baik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, berdampak pada operasional penerbangan.
Akibat jarak pandang yang pendek dan tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan, sebanyak 20 penerbangan Lion Air Group dari berbagai rute dialihkan ke sejumlah bandara alternatif.
Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan kondisi cuaca pada jam-jam pagi membuat proses pendaratan dan keberangkatan pesawat tidak dapat dilakukan secara aman.
“Pada jam-jam pagi, kondisi cuaca di wilayah bandara kurang baik dengan jarak pandang pendek, sehingga tidak memenuhi kualifikasi standar keselamatan penerbangan untuk proses pendaratan dan keberangkatan pesawat,” kata Danang dalam keterangannya, Selasa (13/1).
Danang menyebut, pengalihan pendaratan dilakukan semata-mata untuk memastikan keselamatan penerbangan. Dalam kondisi jarak pandang terbatas, pilot tidak dapat melihat landasan secara jelas sehingga pendaratan tidak bisa dilakukan dengan aman.
“Keputusan pilot tersebut sudah tepat dan sesuai prosedur standar operasional penerbangan. Dalam dunia penerbangan, keselamatan selalu menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Lion Group merinci sejumlah penerbangan Lion Air (JT), Batik Air (ID dan OD), serta Super Air Jet (IU) yang mengalami pengalihan ke bandara alternatif seperti Palembang, Semarang, Yogyakarta (YIA), Jambi, Pangkalpinang, hingga Batam.
Berikut Rinciannya:
Lion Air (kode penerbangan JT)
• JT-241 rute Bandar Lampung – Jakarta (jadwal 07.05 WIB) dialihkan ke Palembang
• JT-353 rute Padang – Jakarta (jadwal 06.05 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
• JT-209 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 06.00 WIB) dialihkan ke Semarang
• JT-393 rute Pekanbaru – Jakarta (jadwal 07.50 WIB) kembali ke bandara asal (return to apron) untuk menunggu kondisi membaik
• JT-713 rute Pontianak – Jakarta (jadwal 11.45 WIB) dialihkan ke Batam
• JT-211 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 11.00 WIB) dialihkan ke Jambi
• JT-201 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 09.00 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
Batik Air (kode penerbangan ID)
• ID-7369 rute Semarang – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
• ID-6375 rute Solo – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6885 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 06.35 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6201 rute Pangkalan Bun – Jakarta (jadwal 07.30 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
• ID-6863 rute Batam – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Jambi
• ID-6541 rute Kupang – Jakarta (jadwal 07.05 WIB) dialihkan ke Solo
• ID-6561 rute Palu – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6819 rute Bengkulu – Jakarta (jadwal 07.10 WIB) dialihkan ke Semarang
• ID-7066 rute Pekanbaru – Jakarta (jadwal 06.30 WIB) dialihkan ke Semarang
Batik Air (kode penerbangan OD)
• OD-382 rute Kuala Lumpur – Jakarta (jadwal 07.35 WIB) dialihkan ke Pekanbaru
Super Air Jet (kode penerbangan IU)
• IU-813 rute Padang – Jakarta (jadwal 10.20 WIB) dialihkan ke Palembang
• IU-857 rute Batam – Jakarta (jadwal 09.55 WIB) dialihkan ke Palembang
• IU-843 rute Jambi – Jakarta (jadwal 12.05 WIB) dialihkan ke Palembang
Jadwal Penerbangan Mahfud MD Ikut Terdampak
Selain pengalihan pendaratan, dampak cuaca buruk di Soekarno-Hatta juga memengaruhi rotasi pesawat lanjutan.
Hal ini turut berdampak pada penerbangan Batik Air dengan rute Jakarta–Surabaya yang ditumpangi mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6594 rute Jakarta–Surabaya.
Mahfud MD mengeluhkan ketidakjelasan penerbangan Batik Air yang ditumpanginya melalui akun media sosial X. Ia menyebut penerbangan tersebut seharusnya lepas landas pukul 19.00 WIB, namun hingga lebih dari satu jam kemudian tidak ada kejelasan.
“Batik Air flight ID 6594 Jkt-SBY Surabaya malam ini seharusnya take off jam 19.00. Tapi sampai 20.20-saat ini tidak ada pengumuman apa pun dan tidak ada yang bisa ditanya di bandara. Kalau memang tak jadi terbang harusnya diumumkan saja, biar orang mencari alternatif menginap.”
Danang menjelaskan penerbangan tersebut terdampak rotasi pesawat.
“Dampak dari pengalihan penerbangan di Soekarno-Hatta, rotasi pesawat berikutnya, termasuk Jakarta-Surabaya - Jakarta,” kata Danang.
Danang menambahkan, pengalihan dan keterlambatan penerbangan berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya karena satu pesawat digunakan secara berkelanjutan dalam satu hari.
Meski demikian, Lion Group menyatakan terus melakukan upaya untuk meminimalkan dampak keterlambatan melalui koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait serta penyesuaian rotasi pesawat dan kru, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.




