FENOMENA love bombing atau serangkaian taktik manipulasi psikologis dalam hubungan asmara kini diangkat ke layar lebar melalui film terbaru produksi Visual Media Studio (VMS) berjudul Penerbangan Terakhir.
Film yang diadaptasi dari novel Gadis Pramugari karya Annastasia Anderson ini bertujuan memberikan edukasi publik mengenai dampak psikologis yang dialami para korban hubungan toksik.
Produser VMS, Tony Ramesh, mengungkapkan bahwa keresahan masyarakat terhadap hubungan yang manipulatif menjadi alasan kuat di balik produksi film ini.
"Keresahan ini ternyata dialami banyak orang, dan kami ingin film ini menjadi peringatan mengenai bahaya hubungan yang manipulatif," ujar Tony dalam konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1).
Di bawah arahan sutradara dan penulis skenario Benni Setiawan, penonton akan diajak mengenali pola-pola manipulasi yang kerap tersamarkan sebagai perhatian.
Cerita berfokus pada Kapten Deva (Jerome Kurnia) yang menghujani kekasihnya, seorang pramugari bernama Tiara (Nadya Arina), dengan perhatian dan hadiah berlebihan di awal hubungan.
Namun, keindahan di fase awal tersebut digambarkan berubah seketika menjadi tekanan mental bagi Tiara.
Ketegangan dalam alur cerita semakin diperkuat dengan kehadiran Nadia (Aghniny Haque), seorang mantan pramugari yang kini menjadi influencer.
Nadia digambarkan sebagai karakter yang kompleks dan tidak hitam-putih. Menurut Aghniny, sikap karakternya muncul sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga citra hidup sempurna (dream life) di media sosial.
"Nadia tidak sepenuhnya 'hitam' (salah) maupun 'putih' (benar)," kata Aghniny menjelaskan karakter abu-abu yang ia perankan.
Penulis asli kisah ini, Annastasia Anderson, menyatakan bahwa isu manipulasi emosional ini telah ia cermati selama belasan tahun saat masih bertugas sebagai pramugari.
Baginya, film ini menjadi momentum yang tepat untuk berbagi pelajaran hidup, terutama saat istilah love bombing mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
"Jauh sebelum ini, aku sudah berpikir tentang perilaku manipulatif dan hubungan dengan love bombing. Ketika kejadiannya viral, aku merasa ini saatnya menjadikan itu sebuah pelajaran bagi teman-teman agar tidak menjadi seperti Tiara, Kapten Deva, maupun Nadia," tutur Annastasia.
Annastasia pun mengaku puas melihat reaksi emosional penonton saat pemutaran pratayang.
Menurutnya, respons beragam dari penonton menunjukkan bahwa isu yang diangkat sangat relevan dengan realita sosial saat ini.
"Reaksinya itu macam-macam. Ada yang 'iih, iih' gitu ya, ada yang 'ih bodoh banget sih', ada juga yang 'hmm kasihan', ada juga yang pas melihat cuma 'eaak!'. Ada yang 'kamu enggak gitu kan? Kamu enggak gitu kan?' gitu kan. Ya, itu memang benar-benar sepertinya menjadi fenomena sosial yang dekat dengan kita ya," tambahnya.
Film yang dibintangi oleh Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 15 Januari 2026. (Ant/Z-1)





