Megawati Minta Kader PDIP Lontarkan Kritik Berbasis Data, Bukan Kemarahan

genpi.co
5 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan kader untuk menyampaikan kritik berdasar data, bukan kemarahan.

“Kritik harus berbasis data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis. Bukan provokasi emosional,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (13/1).

Dia mengingatkan garis perjuangan partai adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, dan keberpihakan kepada Rakyat Marhaen.

PDIP sebagai partai penyeimbang pun punya kewajiban memastikan kewajiban negara, tak melenceng dari kepentingan rakyat kecil dan keadilan sosial.

Megawati menyatakan perjuangan partai tidak dijalankan melalui kemarahan dalam menghadapi kekuasaan.

“Bukan dengan serangan personal, bukan konfrontasi kosong. Cara-cara ini, menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” ujarnya.

Dia menekankan dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukan musuh personal. Tetapi, objek kritik kebijakan yang keliru.

Megawati mendorong supaya diskursus politik nasional digeser, yakni tak terpaku pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, juga harus bicara terkait keadilan sosial, kedaulatan pangan, dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.

“PDIP tak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan. Namun, kekuatan politik partai pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik rakyat,” ucapnya. (ant)

Jangan lewatkan video populer ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjualan Mobil 2025 Buruk-Tak Capai Target, 2026 Ada Titik Terang?
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Kementrans target lepas peserta Beasiswa Patriot pertengahan tahun ini
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kata DJP soal Penggeledahan KPK di Kantor Pusat Pajak
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
• 7 menit lalusuara.com
Berhasil disimpan.