JEPARA, iNews.id - Sebuah jembatan hanyut terekam kamera warga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah hingga viral di media sosial. Jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Ngetuk dengan Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari yang hanyut terbawa arus sungai.
Detik-detik jembatan hanyut di Jepara tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Dalam video yang beredar, terdengar teriakan panik warga saat melihat kondisi jembatan mulai retak dan melengkung.
Arus sungai yang sangat deras menggerus fondasi jembatan hingga akhirnya ambruk. Tak lama berselang, jembatan gantung tersebut roboh dan hanyut terbawa aliran sungai.
Dari rekaman video yang viral, terlihat bagian jalan di atas jembatan mengalami retakan sebelum akhirnya struktur penyangga tak mampu menahan tekanan arus air.
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa jembatan hanyut di Jepara diawali dari batang pohon randu yang tumbang dan menyangkut di tiang penyangga jembatan. Batang pohon tersebut terus diterjang arus deras sehingga menambah beban pada struktur jembatan. Akibatnya, fondasi tergerus dan jembatan tidak mampu bertahan.
Kejadian tersebut membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik dan menjauh untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.
Mengetahui peristiwa jembatan hanyut di Jepara yang viral di media sosial, Bupati Jepara Witiarso Utomo langsung meninjau lokasi kejadian pada Senin siang.
Bupati Jepara memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk membangun kembali jembatan tersebut karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Karena ini sangat urgent, kita akan pikirkan. Mudah-mudahan kita bisa bangun kembali, insya Allah setelah lebaran,” ujar Witiarso Utomo, Selasa (13/1/2026).
Dia menargetkan pembangunan jembatan pengganti dapat selesai sekitar bulan Maret sehingga kembali bisa digunakan warga untuk beraktivitas. Jembatan hanyut tersebut diketahui dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak tahun 1997. Jembatan ini menjadi jalur alternatif penting, terutama bagi anak-anak sekolah dasar.
Tanpa jembatan tersebut, warga dan pelajar harus memutar melalui jalan desa dengan jarak sekitar dua setengah kilometer untuk mencapai sekolah maupun pusat aktivitas. Hingga kini, warga berharap pembangunan kembali jembatan hanyut di Jepara dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Original Article




