Rencana Besar INDY 2026, Lanjutkan Eksplorasi Batu Bara hingga Siap Garap Emas

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Arsjad Rasjid PT Indika Energy Tbk (INDY) menyiapkan berbagai rencana untuk kegiatan bisnis perseroan pada 2026.

Perseroan menargetkan penyelesaian 26 lubang pemboran eksplorasi batu bara di Blok Roto Samurangau pada Januari ini. Kegiatan ini dilakukan melalui anak usaha PT Kideco Jaya Agung (Kideco).

Sebelumnya, pada Desember lalu, INDY telah membuka 22 lubang pengeboran di area Samurangau AC dan Samurangau D. Total dana yang digelontorkan untuk kegiatan eksplorasi tersebut mencapai Rp 3,50 miliar.

Eksplorasi ini bertujuan untuk memperoleh data geologi yang lebih mendalam, termasuk sampel kualitas batu bara serta pemahaman struktur bawah tanah. Informasi tersebut menjadi fondasi penting sebelum perseroan memulai tahap penambangan.

Hasil eksplorasi menunjukkan potensi yang cukup signifikan. Di Pit Roto, teridentifikasi lebih dari 50 lapisan batu bara dengan ketebalan aktual maksimum rata-rata mencapai 26,2 meter. Sementara itu, Pit Samurangau memiliki 85 lapisan batu bara dengan ketebalan rata-rata maksimum 10,6 meter, dan Pit Susubang tercatat memiliki 41 lapisan dengan ketebalan rata-rata maksimum 4,6 meter.

Mengacu pada laman resmi perusahaan, Kideco merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia sekaligus salah satu dengan biaya produksi terendah. Berbasis di Kalimantan Timur, Kideco telah memproduksi batu bara berkualitas sejak berdiri pada 1982.

Sejalan dengan upaya transisi menuju praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan, Kideco juga mulai mengintegrasikan penggunaan kendaraan listrik dalam operasional untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi.

Anak Usaha Baru

Di sisi lain, INDY juga mendirikan anak usaha di bidang aktivitas konsumen manajemen bernama PT Indika Empat Mitra Sumbawa (IEMSU). Entitas ini dibentuk pada 24 Desember 2025 bersama PT Empat Mitra Tenaga Surya (EMITS).

“IEMSU akan menjalankan kegiatan usaha di bidang Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209),” ujar Adi dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/12/2025).

Dalam struktur kepemilikan, INDY menguasai 90% saham IEMSU senilai Rp 2,25 miliar, sedangkan EMITS memiliki 10% saham atau setara Rp 250 juta. Total modal disetor perusahaan mencapai Rp 2,5 miliar. 

Adi mengatakan, pembentukan anak usaha ini tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha INDY. Laporan keuangan IEMSU nantinya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan.

Siapkan Produksi Emas

Selain batu bara, INDY juga mempercepat diversifikasi ke sektor non-batu bara melalui proyek tambang emas Awak Mas. Proyek ini digadang menjadi tonggak utama transformasi bisnis perseroan.

Dalam paparan publik yang disampaikan perseroan, INDY tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas pemurnian emas (smelter) dengan nilai investasi mencapai US$ 426 juta atau sekitar Rp 7,09 triliun. Direktur INDY Johanes Ispurnawan mengatakan, proyek Awak Mas berjalan sesuai jadwal.

Uji coba produksi emas (trial production) ditargetkan dimulai pada kuartal IV 2026, sementara operasional penuh direncanakan berlangsung pada 2027. 

Direktur INDY Retina Rosabai menyampaikan, perseroan mengantongi izin untuk mengelola tiga area pit tambang, yakni Awak Mas, Tarra, dan Salu Bulo, melalui anak usaha PT Masmindo Dwi Area. Seluruh area tambang tersebut berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Total luas konsesi tambang mencapai 14.390 hektare, dengan area yang siap dikembangkan sekitar 1.444 hektare atau sekitar 10% dari total wilayah konsesi. Indika Energy memegang izin Kontrak Karya (CoW) hingga 2050, yang berpotensi diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) hingga 2070.

Saat ini, proyek Awak Mas telah memasuki tahap konstruksi. Penambangan akan dilakukan dengan metode open pit, sementara proses pengolahan emas menggunakan teknik carbon in leach (CIL). Tambang ini memiliki sumber daya emas sebesar 2,55 juta ons dan cadangan 1,51 juta ons, dengan rencana produksi sekitar 100 ribu ons per tahun dan kadar emas rata-rata 1,37 gram per ton.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dituding Lakukan KDRT Terhadap Jule, Na Daehoon: Banyak yang Fitnah!
• 18 jam laluintipseleb.com
thumb
Siap Layani Jamaah, Petugas Haji 2026 Ikuti Diklat Selama 3 Pekan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Samsung Galaxy S26 Sudah Muncul di Geekbench, Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5?
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Menuju Pemilu dan Pilkada yang Transparan dan Akuntabel
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.