Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya menerima tantangan menangani Skuad Garuda, meski memiliki opsi melatih negara lain seperti Jamaika dan Honduras.
Menurut juru taktik kelahiran Inggris tersebut, melatih Timnas Indonesia adalah proyek yang tepat, baik dari sisi visi PSSI maupun antusiasme dari masyarakatnya.
Herdman menyebut sepanjang karier kepelatihannya, ia selalu tertarik pada proyek pembangunan jangka panjang bersama PSSI yang memiliki semangat dan arah yang jelas untuk melangkah ke level yang belum pernah dicapai sebelumnya.
“Karier saya selalu tentang membangun. Bekerja dengan federasi yang punya visi membawa negaranya ke tempat yang belum pernah dijamah. Dari semua yang saya dengar dan baca, Indonesia sudah siap. Tidak ada alasan lain,” ujar Herdman kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menilai Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat, mulai dari kualitas pemain, profesionalisme yang terus berkembang, hingga basis pendukung yang luar biasa besar.
Dengan populasi sekitar 280 juta penduduk dan mayoritas mencintai sepakbola, Herdman meyakini Indonesia memiliki potensi yang jarang dimiliki negara lain.
Sehingga, pelatih berusia 50 tahun ini menolak Jamaika yang masih berpeluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Begitu juga dengan Honduras, yang berada dalam satu federasi di Amerika Utara dan Tengah, yakni CONCACAF.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya tahu bagaimana Jamaika dan Honduras. Tapi Indonesia berbeda. Ini negara besar dengan gairah sepak bola yang nyata. Ini tempat yang tepat,” ucap Herdman.
Herdman juga menegaskan keputusannya bukan soal peringkat FIFA atau sekadar peluang jangka pendek, melainkan misi besar membawa Indonesia melangkah ke Piala Dunia.
Ia mengaku termotivasi oleh pengalaman sebelumnya saat menangani Kanada, baik tim putra maupun putri, yang berhasil menembus level tertinggi setelah penantian panjang.
“Saya ingin berada di sini ketika Indonesia mengambil langkah ke tahap selanjutnya. Misinya jelas, membawa tim ini ke Piala Dunia. Setiap hari saya bangun, selain keluarga saya, yang saya pikirkan adalah bagaimana meloloskan tim ini ke Piala Dunia,” kata Herdman.
Soal ekspektasi tinggi dari suporter Timnas Indonesia, Herdman justru melihatnya sebagai sebuah keistimewaan. Menurutnya, tekanan dari publik bisa menjadi energi positif jika dikelola dengan benar.
“Tekanan itu bisa menjadi kutukan atau anugerah. Kami akan menjadikannya anugerah. Saya akan sampaikan kepada pemain bahwa tekanan adalah kehormatan, dan energi suporter harus kita gunakan,” tutur Herdman.
Mantan Pelatih Timnas Kanada ini pun menekankan kepada publik bahwa perjalanan menuju Piala Dunia bukan proses instan. Dibutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kerja keras bersama untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.
“Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam satu malam. Tapi Indonesia sudah mengambil langkah besar. Sekarang saatnya melangkah ke tahap berikutnya. Itulah alasan saya datang ke sini,” ujar Herdman.
Editor: Redaktur TVRINews




