Tuhan Menyayanginya, Maka Dia Disuruh Membersihkan Toilet

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di kalangan masyarakat Jepang, beredar luas sebuah kisah kecil yang sangat menyentuh hati.

Bertahun-tahun silam, seorang gadis muda yang masih belia datang ke Hotel Imperial Tokyo untuk bekerja sebagai pelayan. Ini adalah pekerjaan pertamanya sejak terjun ke dunia kerja—langkah pertama dalam perjalanan hidupnya. 

Karena itu, dia merasa sangat bersemangat dan diam-diam bertekad dalam hati:“Aku harus bekerja dengan sungguh-sungguh!”

Namun, dia sama sekali tak menyangka bahwa tugas pertama yang diberikan atasannya adalah membersihkan toilet.

Membersihkan toilet! Jujur saja, pekerjaan ini tidak disukai siapa pun. Apalagi gadis itu belum pernah melakukan pekerjaan kasar. Kulitnya halus, terbiasa hidup bersih—mampukah dia melakukannya?

Membersihkan toilet merupakan ujian berat, baik secara visual, penciuman, maupun fisik. Belum lagi tekanan psikologis yang membuatnya hampir tak sanggup menahan rasa mual. Saat dia mengulurkan tangannya yang putih dan lembut, memegang kain lap untuk membersihkan kloset, perutnya langsung terasa bergejolak. Rasa mual menyerbu, ingin muntah namun tak keluar—sangat menyiksa.

Yang lebih berat lagi, atasannya menetapkan standar kerja yang sangat tinggi, bahkan terasa mengerikan: toilet harus dibersihkan hingga benar-benar mengilap, seperti baru.

Dia tentu paham apa arti “seperti baru”. Dia juga sadar betul bahwa dirinya tidak cocok membersihkan toilet, dan hampir mustahil memenuhi standar setinggi itu. Dia pun terjebak dalam kebingungan dan penderitaan batin. Dia menangis. Dia bimbang.

Di hadapannya terbentang pilihan hidup pertama yang sangat menentukan: apakah dia harus terus bertahan, atau mencari pekerjaan lain?

Bertahan—terlalu berat.  Pergi—apakah itu berarti mundur sebelum berjuang?

Bukankah hidup tidak seharusnya dijalani dengan mundur? 

Dia tidak rela menyerah begitu saja. Dia teringat tekadnya saat pertama datang:  langkah pertama dalam hidup harus dijalani dengan baik, tidak boleh asal-asalan.

Di saat kritis itulah, seorang senior di tempat kerjanya muncul tepat waktu. Dia membantu gadis itu keluar dari kebingungan dan penderitaannya, membantunya melangkah mantap pada pijakan pertama kehidupan. Yang lebih penting lagi, dia membantunya memahami bagaimana seharusnya jalan hidup dijalani.

Namun sang senior tidak menasihatinya dengan teori kosong. Dia langsung memberi contoh.

Pertama, dia membersihkan toilet itu berulang-ulang hingga benar-benar mengilap seperti baru.
Lalu, dia mengambil segelas air dari dalam kloset tersebut… dan meminumnya hingga habis, tanpa ragu sedikit pun.

Tindakan nyata jauh lebih kuat daripada ribuan kata.

Tanpa berkata apa-apa, dia menyampaikan kepada Noda Seiko sebuah kebenaran yang sangat sederhana namun mendalam: “Makna mengilap seperti baru terletak pada kata baru.
Sesuatu yang baru tidaklah kotor. Tidak ada orang yang menganggap toilet baru itu kotor. Air di dalam toilet yang benar-benar bersih pun tidak kotor—bahkan bisa diminum. Sebaliknya, hanya ketika air di dalam toilet sudah cukup bersih untuk diminum, barulah toilet itu benar-benar layak disebut mengilap seperti baru.”

Dan hal itu—ternyata—bisa dilakukan.

Kemudian, sang senior memberinya sebuah senyum penuh makna, serta tatapan yang sarat perhatian dan dorongan. Itu sudah lebih dari cukup.

Gadis itu begitu terharu hingga hampir tak sanggup menahan dirinya. Tubuh dan jiwanya bergetar hebat. Dia terdiam, matanya berkaca-kaca. Seketika dia tersadar—seperti terbangun dari mimpi panjang.

Dengan tekad yang bulat, dia berkata dalam hati: “Sekalipun seumur hidup aku hanya membersihkan toilet, aku akan menjadi orang yang paling hebat dalam membersihkan toilet!”

Sejak saat itu, ia berubah menjadi pribadi yang sepenuhnya baru—penuh semangat. Kualitas kerjanya mencapai standar tinggi sang senior. Dia bahkan berkali-kali meminum air dari toilet yang telah dia bersihkan—untuk menguji kepercayaan dirinya, membuktikan kualitas kerjanya, dan meneguhkan dedikasi profesionalnya.

Sejak itu pula, dia melangkah dengan sangat mantap pada langkah pertama kehidupannya. Sejak itu, dia menapaki jalan kesuksesan, dan memulai perjalanan hidup yang terus bergerak menuju keberhasilan.

Puluhan tahun berlalu dalam sekejap mata. Kini, dia telah menjadi salah satu pejabat utama pemerintah Jepang—Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi ( 3 Agustus 2017 sampai 2 Oktober 2018)

Namanya adalah Noda Seiko.

Keyakinan hidupnya yang teguh tercermin dalam dedikasi profesionalnya yang luar biasa: “Sekalipun seumur hidup aku hanya membersihkan toilet, aku akan menjadi orang yang paling unggul dalam membersihkan toilet.”

Di situlah rahasia kesuksesannya—tidak misterius, tidak rumit. Keyakinan inilah yang membuatnya puluhan tahun terus melaju di jalan keberhasilan. Keyakinan inilah yang memberinya kehidupan yang sukses—menjadikannya seorang yang beruntung karena sukses, sekaligus sukses karena keteguhannya.

Hikmah cerita

Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil di dunia ini—karena semua pekerjaan tetap harus dilakukan oleh seseorang. Kesuksesan adalah buah dari keringat dan kepahitan yang tak terhitung jumlahnya.

Kesuksesan bukanlah hasil sesaat. Kuncinya terletak pada persiapan sehari-hari dan kerja keras yang terus-menerus.

Ada orang yang, berbekal ketekunan dan kesanggupan menanggung derita, mampu menciptakan prestasi luar biasa dari pekerjaan biasa. Namun ada pula orang yang memegang “mangkuk emas”, tetapi tetap harus meminta-minta pada orang lain.

Perbedaan di antaranya—layak kita renungkan dengan seksama.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Targetkan Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Ribuan Warga Sekitar TNWK Gelar Aksi, Tuntut Penyelesaian Konflik dengan Gajah
• 2 menit lalukompas.id
thumb
Detik-detik Presiden Prabowo Tiba di IKN Nusantara
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Kebohongan, Kekuasaan, dan Luka Batin Kepemimpinan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.