Harga Mobil Listrik Naik Imbas Insentif Dicabut, Bagaimana Prospek ke Depan?

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Harga mobil listrik diprediksi naik 100% karena berakhirnya sebagian insentif pajak kendaraan listrik. Namun, pemerintah meyakini kontribusi penjualan mobil listrik masih akan terus meningkat sepanjang 2026.

Beberapa insentif pajak yang dimaksud adalah penundaan bea masuk impor EV utuh dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah. Namun beberapa stimulus fiskal lain masih berlaku pada tahun ini, seperti keringanan pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, dan PPn barang mewah.

"Rezim pajak untuk EV pada tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Perbedaannya hanya tidak ada insentif PPn DTP, jadi mungkin harga naik sedikit," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rachmat Kaimuddin kepada Katadata, Senin (12/1).

Seperti diketahui, pemerintah mengenakan PPnBM hingga 30% dalam pembelian mobil pribadi. Namun aturan tersebut dilonggarkan hingga 100% khusus untuk EV dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri setidaknya 40%.

Rachmat mengingatkan salah satu komitmen para pemilik merek EV yang menggunakan fasilitas bebas bea impor adalah komitmen membangun pabrik di dalam negeri. Adapun salah satu klausul dalam komitmen tersebut mengharuskan setiap pabrik yang dibagun memiliki TKDN setidaknya 40%.

Rachmat mengakui TKDN seluruh pabrik tersebut belum akan mencapai 40% saat melakukan produksi tahap awal. "Namun nanti TKDN setiap pabrik pasti 40% atau mereka utang sama saya. Sebab, perjanjian dalam pemanfaatan bebas bea masuk adalah itu," katanya.

Di samping itu, Rachmat berpendapat kaikan harga 11% akan diatasi oleh tingginya pangsa pasar merek-merek EV yang masuk pada tahun lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendata dua dari 10 merek dengan penjualan mobil tertinggi pada tahun lalu adalah EV, yakni  BYD dan VinFast.

Secara rinci, BYD bertengger di peringkat keenam dengan angka penjualan 44.342 unit, sementara VinFast di peringkat ke-10 setelah berhasil memasarkan 10.630 unit. Adapun total penjualan mobil ke masyarakat pada tahun lalu tercatat susut 6,3% secara tahunan menjadi 833.692 unit.

"Harga mungkin sedikit naik, tapi mereka relatif bisa menanganinya dengan pangsa pasar yang sudah cukup tinggi. Harusnya kontribusi EV ke penjualan mobil tahun depan bisa tembus 15%," ujarnya.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai proyeksi tren penjualan EV sepanjang 2026 masih terlalu dini. Sebab, penjualan EV masih terpusat di DKI Jakarta dengan alasan utama menghindari ketentuan ganjil-genap.

Selain itu, Kukuh menilai berakhirnya pembebasan bea masuk EV utuh akan berdampak pada performa penjualan tahun ini. Kondisi tersebut akan diperburuk dengan infrastruktur pengisian daya EV yang belum merata.

"Terlalu dini untuk menyatakan apakah penjualan EV akan naik atau tidak, karena sebagian besar hanya dibeli di kota-kota besar atau lebih spesifik terpusat di Jakarta," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiga Pintu Air di Jakarta Siaga Pagi Ini, TMA Waduk Pluit Capai 210 Cm
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Jalan RE Martadinata Ancol Masih Banjir Malam ini, Pemotor Putar Balik
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pilkada Langsung Melalui Sistem E-Voting, PKS : Bisa Saja Dilakukan
• 3 menit laludisway.id
thumb
Sedang Berlangsung! Live di ANTV: Juventus vs Cremonese, Kenan Yildiz dkk Uji Ketangguhan Emil Audero
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bareskrim Turunkan Tim Usut Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Sumbar
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.