Anda Tidak Menyukai Musik? Mungkin Anda Mengalami Anhedonia Musik Spesifik

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Musik sering dianggap bahasa universal yang mampu menyentuh perasaan siapa pun. Namun, ada sebagian kecil orang yang tidak merasakan kenikmatan apa pun ketika mendengarkan musik, seolah bunyi hanya lewat tanpa makna emosional.

Kondisi tersebut kerap dikenal sebagai anhedonia musik spesifik. Dalam psikologis, anhedonia adalah kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk merasakan kesenangan atau kenikmatan dari aktivitas yang seharusnya menyenangkan, membuat hidup terasa hampa, membosankan, atau mati rasa.

Jadi, peneliti dan pakar mendeskripsikan anhedonia musik spesifik sebagai bentuk ketidakmampuan seseorang untuk merasakan kesenangan dari musik meski fungsi pendengaran tetap normal. Para peneliti memperkirakan sekitar tiga hingga lima persen populasi mengalami fenomena ini.

Bagi kebanyakan orang, musik bisa memicu rasa senang, haru, atau bahkan semangat. Akan tetapi pada orang dengan anhedonia musik spesifik, musik tidak memunculkan respons emosional yang biasanya muncul pada orang lain.

Kondisi seseorang yang mengalami anhedonia musik spesifik telah banyak dipelajari, salah satunya oleh peneliti dari University of Barcelona (Spanyol) dan Montreal Neurological Institute McGill University (Kanada). Mereka telah meneliti penyebab musik tidak memberi rasa bahagia pada sebagian orang, padahal rangsangan lain masih terasa menyenangkan.

Dalam laporan berjudul “Neural Correlates Of Specific Musical Anhedonia” yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2016, para peneliti mempelejari fenomena ini dengan melibatkan 45 partisipan dalam kondisi sehat.

Baca JugaMusik Mampu Tingkatkan Energi, Pikiran, dan Perasaan Nyaman

Mereka kemudian diminta mengisi kuesioner tentang seberapa besar kenikmatan dalam mendengar musik. Berdasarkan jawaban itu, mereka dibagi menjadi tiga kelompok, dari yang sangat menikmati musik hingga yang hampir tidak merasakannya sama sekali.

Setelah itu, para partisipan diminta mendengarkan potongan musik di dalam mesin pemindai otak fMRI sambil memberi penilaian kesenangan secara langsung. Sebagai pembanding, mereka juga memainkan permainan judi sederhana dengan uang sungguhan agar peneliti bisa melihat respons otak terhadap jenis penghargaan lain.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa saat mendengarkan musik, orang dengan anhedonia musik spesifik mengalami penurunan aktivitas di bagian nukleus akumbens. Wilayah otak ini dikenal sebagai pusat penting dalam sistem penghargaan dan rasa senang.

Menariknya, nukleus akumbens mereka tetap aktif ketika memenangkan uang dalam permainan judi. Artinya, bagian otak ini sebenarnya berfungsi normal dan masih merespons penghargaan, hanya saja tidak untuk musik.

Masalah utama terletak pada lemahnya hubungan antara area otak yang memproses suara dengan nukleus akumbens. Konektivitas yang rendah inilah yang membuat musik gagal memicu rasa senang pada kelompok ini. Sebaliknya, orang yang sangat peka terhadap musik justru menunjukkan konektivitas yang lebih kuat antara kedua wilayah tersebut.

Pengalaman emosional

Ahli saraf dari Montreal Neurological Institute yang terlibat dalam studi tersebut, Robert Zatorre mengemukakan, temuan ini menunjukkan bahwa otak memiliki jalur penghargaan yang berbeda untuk rangsangan yang berbeda, seperti musik dan uang. Musik ternyata bukan sekadar bunyi, melainkan pengalaman emosional yang bergantung pada kerja sama khusus antarbagian otak.

“Temuan ini membantu memahami perbedaan cara kerja sistem penghargaan pada setiap individu. Pengetahuan ini juga berpotensi berguna untuk pengembangan terapi gangguan seperti depresi, apati, dan kecanduan, yang berkaitan erat dengan rasa senang dan motivasi,” kata Zatorre seperti dikutip dari situs resmi McGill University, Selasa (13/1/2026).

Hampir satu dekade berselang sejak temuan tersebut, para peneliti dari University of Barcelona dan McGill University kembali melanjutkan penelitian serupa. Penelitian yang diterbitkan di Trends in Cognitive Sciences tahun 2025 itu kemudian menjelaskan bagaimana proses anhedonia musik spesifik terjadi di otak.

Untuk mengidentifikasi kondisi ini, para peneliti mengembangkan Kuesioner Penghargaan Musik Barcelona atau BMRQ. Kuesioner ini menilai manfaat musik dalam lima aspek, yakni emosi, pengaturan suasana hati, ikatan sosial, dorongan bergerak seperti menari, dan keinginan mencari pengalaman musik baru.

Baca JugaMusik Membantu Menghilangkan Stres dan Memperbaiki ”Mood”

Hasil pemindaian otak menggunakan fMRI menunjukkan bahwa orang dengan anhedonia musik spesifik memiliki aktivitas yang lebih rendah di sirkuit penghargaan saat mendengarkan musik. Namun, bagian otak tersebut tetap aktif secara normal ketika mereka mendapatkan imbalan lain, seperti memenangkan uang.

Menurut ahli saraf Josep Marco-Pallares dari University of Barcelona, masalah utamanya bukan terletak pada rusaknya sirkuit penghargaan. Namun, yang terjadi adalah terputusnya hubungan antara sirkuit penghargaan dengan jaringan pendengaran yang memproses musik.

Para peneliti juga menemukan bahwa faktor genetik dan pengalaman hidup sama-sama berperan dalam menentukan seberapa besar seseorang menikmati musik. Sebuah studi pada anak kembar menunjukkan bahwa genetika dapat menjelaskan hingga 54 persen perbedaan dalam sensitivitas seseorang terhadap musik.

Ke depan, para peneliti menyebut bahwa penelitian ini dapat membuka peluang untuk memahami bentuk anhedonia lain di luar musik, seperti pada makanan atau rangsangan sosial. Tim peneliti kini bekerja sama dengan ahli genetika untuk mencari gen yang terlibat serta meneliti apakah kondisi ini bisa berubah atau bahkan dipulihkan seiring waktu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Beri Dukungan ke Aurelie Moeremans, Hesti Purwadinata dan Suami Diancam
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
KPK Dalami Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ketua Bidang Ekonomi PBNU Diperiksa
• 5 jam laludisway.id
thumb
Perketat Aturan Stablecoin dan Kripto, Dubai Larang Privacy Token di DIFC
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banjir Rendam Tol Bandara Soekarno-Hatta: Macet 10 Km, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Jalur
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.877 per USD, Ini Sederet Sentimennya
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.