GROBOGAN, KOMPAS.TV - Puluhan siswa dan santri, korban keracunan MBG dari SPG di Desa Kuwaron, Grobogan, Jawa Tengah masih dirawat di rumah sakit.
Kondisi mereka semakin membaik, tetapi mereka mengaku trauma untuk menyantap MBG lagi.
Sejumlah siswa SMK Miftahul Huda Desa Ngroto, Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi korban keracunan makan bergizi gratis MBG masih dirawat di rumah sakit.
Sebagian korban bahkan mengalami kondisi yang cukup parah, karena sempat mendapatkan bantuan oksigen selama 2 hari.
Mereka mengaku MBG yang didapat sudah lengket dan basah, namun rasanya biasa saja.
Usai menyantap MBG, korban merasakan mual, pusing, muntah dan diare.
Korban pun mengaku trauma atas kejadian keracunan itu dan tak ingin menerima MBG lagi.
Sementara tim Satgas MBG Grobogan menghentikan sementara SPPG Sami Kaya Food, pascadugaan keracunan massal siswa di Desa Kuwaron, Grobogan, Jawa Tengah.
Satgas juga mengecek standar kelayakan dapur SPPG.
Dari hasil sidak, Satgas mendapati area pembuangan sampah yang tidak memadai.
Selain itu, instalasi pencucian bahan mentah juga tidak sesuai standar.
Ditambah lagi, sirkulasi pembuangan air yang tidak lancar. Untuk sementara, operasional SPPG dihentikan.
Dan untuk memantau bagaimana perkembangan kasus keracunan MBG, kita sudah terhubung dengan Jurnalis KompasTV, Rifai Handoko di Grobogan, Jawa Tengah.
Baca Juga: MBG Balita dan Ibu Hamil di Pandeglang Dicampur dalam Kantong Plastik, SPPG Bantah Lalai
#keracunanmbg #mbg #grobogan
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- mbg
- keracunan mbg
- grobogan
- keracunan massal
- korban mbg





