TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Muhammad Iqbal Ramdhani, disebut terlibat dalam dugaan pemerasan terhadap sejumlah pihak menjelang rencana aksi simbolis terkait persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan.
Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya unggahan tangkapan layar percakapan dari seseorang yang mengaku mengenal Iqbal. Unggahan itu ramai diperbincangkan di media sosial sejak Sabtu (10/1/2026).
Dalam isi percakapan tersebut, disebutkan bahwa setiap kali ada rencana aksi demonstrasi, Iqbal diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang akan menjadi sasaran aksi yang dipimpinnya.
Baca juga: Hujan dan Sampah Basah Hambat Pengangkutan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
"Ikbal sering pengen demo mulu, tapi setelah nego, demo bisa enggak jadi. Masalahnya setiap mau demo suka minta uang ke pejabat yang mau dia demo, puluhan juta," tulis dalam isi chat tersebut.
Bahkan, beberapa jam sebelum rencana aksi berlangsung, Iqbal disebut sempat melakukan pertemuan untuk meminta uang dengan nominal antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta agar aksi tersebut dibatalkan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=dugaan pemerasan, BEM UMJ, Aksi Sampah, Muhammad Iqbal Ramdhani&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8xMzU5MjI3MS92aXJhbC1jaGF0LXR1ZHVoYW4tcGVtZXJhc2FuLW1lbmplbGFuZy1kZW1vLXNhbXBhaC1pbmktcmVzcG9ucy1iZW0tdW1q&q=Viral Chat Tuduhan Pemerasan Menjelang Demo Sampah, Ini Respons BEM UMJ§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Sekarang demo terkait sampah, tapi semalam minta uang Rp 50 juta, demo enggak jadi kalau ada uang itu, terus turun menjadi Rp 20 juta," kata isi chat tersebut.
Namun, permintaan itu diklaim ditolak. Orang yang mengunggah percakapan tersebut juga mengaku merasa malu lantaran kop surat yang digunakan dalam komunikasi rencana aksi mencantumkan nama Universitas Muhammadiyah Jakarta.
"Enggak tahu nih, karena permintaan uangnya ditolak, apakah demo jadi atau tidak. Saya jadi malu karena kop surat pakai UMJ," tulis dalam chat itu.
Baca juga: Saat Penanganan Sampah di Tangsel Belum Menemui Akhir
Bantahan Ketua BEM UMJMenanggapi tudingan tersebut, Iqbal membantah keras dan menyatakan bahwa informasi yang beredar merupakan berita bohong.
"Kami bisa pastikan bahwa itu semua adalah hoaks. Itu semua adalah framing-an,” ujar Iqbal saat ditemui di Kampus UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, pihak BEM UMJ, termasuk dirinya, tidak pernah meminta uang maupun melakukan intimidasi terhadap pihak mana pun terkait aksi demonstrasi yang digelar pada 8 Januari 2026.
Menurut Iqbal, tudingan tersebut justru mengarah pada upaya untuk memecah konsolidasi gerakan mahasiswa.
"Kami bisa pastikan itu semua hoaks. Jadi itu merupakan satu framing untuk, kalau kami melihat ini menjadi satu cipta kondisi untuk memecah belah gerakan aja sih," ucap dia.
Diketahui, mahasiswa UMJ sebelumnya menggelar aksi simbolis dengan membuang sampah di halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan pada Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Mahasiswa Protes soal Sampah, Pemkot Tangsel: Pengangkutan Sudah Dilakukan Bertahap
Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, mahasiswa UMJ juga melakukan aksi serupa pada Jumat (26/12/2025).
Pada aksi sebelumnya itu, mereka membawa tumpukan sampah ke Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan membentangkannya di pintu gerbang.
Aksi-aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap penanganan persoalan sampah di Tangerang Selatan yang dinilai belum optimal hingga saat ini.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



