JAKARTA, DISWAY.ID -- DKI Jakarta saat ini tengah mengalami krisis lahan pemakaman.
Dari total 80 Tempat Pemakaman Umum (TPU) 69 diantaranya sudah menerapkan sistem tumpang tindih.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, sekarang ini tinggal 11 TPU yang masih melayani pemakaman normal.
BACA JUGA:Update Kondisi Banjir Tol Bandara Soetta Terkini, Mobil Sedan Sudah Bisa Melintas?
BACA JUGA:Update 5 Titik Banjir di Jakarta yang Masih Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi
"Keterbatasan lahan TPU menjadi salah satu persoalan serius yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta," kata Pramono dalam keterangannya dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Untuk memperluas lahan pemakaman yang sudah ada, Pramono pun memindahkan warga Jakarta yang bermukim di area TPU.
Warga yang bermukim di area TPU direlokasi oe sejumlah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).
Pramono pun membebaskan warga TPU untuk memilih Rusunawa sesuai dengan keinginannya.
Pada awal Desember 2025, Pramono telah merelokasi 137 Kepala Keluarga (KK) warga yang bermukim diarea TPU Menteng Pulo II ke Rusunawa Jagakarsa, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Polisi Bekuk 2 Pelaku Peredaran Narkoba, Sita Sabu dan 81 Catridge Vape Mengandung Etomidate
BACA JUGA:Pramono: Penanganan Banjir di Jakarta Harus Terencana, Tak Sporadis
Kemudian pada 6 Januari 2026, Pramono memindahkan 27 KK warga TPU Kebon Nanas ke 5 Rusunawa.
Mereka yang direlokasi dibebaskan biaya sewa Rusun selama 6 bulan.
Sementara bagi warga yang lanjut usia (Lansia) akan digratiskan dari biaya Rusunawa seumur hidup.
- 1
- 2
- »





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4819699/original/077861000_1714649178-20240502-TPST_Bantar_Gebang-MER_6.jpg)